Jadi, jika kau bertemu Audrey Calista di pagi hari, mungkin kau akan mengenalnya sebagai perempuan mandiri yang mencintai bunga. Namun, jika kau bertemu dengannya setelah tengah malam, bersiaplah melihat sisi liar yang tak pernah ia tunjukkan di balik meja kasir.
Tanpa sadar, Audy mulai dikenal sebagai perempuan yang berpindah dari satu pelukan ke pelukan lainnya. Julukan tak menyenangkan pun beredar di belakangnya. Namun, alih-alih sibuk membela diri, ia hanya tersenyum tipis. Tak semua orang perlu tahu apa yang sebenarnya ia cari.
Dari satu malam ke malam berikutnya, nama Audy semakin akrab di lingkaran pergaulan malam. Ia datang bak seorang artis, kemudian ketika tengah malam ia bersama seorang pria masuk kedalam mobilnya, kemudian semuanya ditutup dengan senyuman kepuasan.