# Oneshot Soonwoo / Wonhosh au
[ You’re The One Thing I Swear I Can’t Outgrow ]
↳ AO3 // 8.8k words
↳ bahasa Indonesia
↳ tags: enemies to lovers/ enemy-ish to lovers lol / romcom / public confession gone wrong
Commissioned by — Bitti ★
🔗 https://t.co/pG0PfT7dCz
Hah sampai tanggal 25?
Ini kerusakannya serius berarti..
Jadi curiga sama potensi sabotase..
Harus dicek ini.
Ga kebayang pula berapa kerugian materiil yang didapatkan
Ini ga ngerugiin orang aja, perusahaan pun rugi.
BLACKOUT/MATI LAMPU MASSAL SUMATERA MALAM SABTU-MALAM MINGGU 22- 23 MEI 2026 – MULAI JAM 18.44 WIB
📍ACEH
1. Banda Aceh
2. Aceh Besar
3. Sabang
4. Aceh Utara
5. Lhokseumawe
6. Langsa
7. Aceh Timur
8. Aceh Tamiang
9. Bireuen
10. Pidie
11. Pidie Jaya
12. Aceh Barat
13. Aceh Barat Daya
14. Aceh Selatan
15. Aceh Tenggara
16. Gayo Lues
17. Aceh Tengah
18. Bener Meriah
19. Nagan Raya
20. Simeulue
21. Aceh Singkil
22. Subulussalam
📍SUMATERA UTARA
1. Medan
2. Deli Serdang
3. Binjai
4. Langkat
5. Karo
6. Tebing Tinggi
7. Serdang Bedagai
8. Batubara
9. Asahan
10. Tanjungbalai
11. Labuhanbatu
12. Labuhanbatu Utara
13. Labuhanbatu Selatan
14. Tapanuli Utara
15. Humbang Hasundutan
16. Toba
17. Samosir
18. Dairi
19. Pakpak Bharat
20. Mandailing Natal
21. Padang Lawas
22. Padang Lawas Utara
23. Gunungsitoli
24. Nias
25. Nias Utara
26. Nias Barat
27. Nias Selatan
28. Pematangsiantar
29. Sibolga
📍SUMATERA BARAT
1. Padang
2. Pariaman
3. Bukittinggi
4. Payakumbuh
5. Padang Panjang
6. Sawahlunto
7. Solok
8. Dharmasraya
9. Padang Pariaman
10. Pesisir Selatan
11. Tanah Datar
12. Agam
13. Pasaman
14. Pasaman Barat
15. Lima Puluh Kota
16. Sijunjung
17. Solok Selatan
18. Kepulauan Mentawai (sebagian)
📍RIAU
1. Pekanbaru
2. Dumai
3. Bengkalis
4. Siak
5. Kampar
6. Rokan Hulu
7. Rokan Hilir (termasuk Bagansiapi)
8. Indragiri Hulu
9. Indragiri Hilir
10. Pelalawan
11. Kepulauan Meranti
📍JAMBI
1. Kota Jambi
2. Muara Bungo
3. Sungai Rumbai
4. Muara Bulian
5. Payo Selincah
6. Sei Gelam
7. Kuala Tungkal
8. Batang Hari
9. Tanjung Jabung Barat
10. Tanjung Jabung Timur
11. Merangin
12. Sarolangun
13. Tebo
14. Bungo
📍LAMPUNG
1. Bandar Lampung
2. Metro
3. Lampung Tengah
4. Lampung Timur
5. Pesawaran
6. Tulang Bawang (termasuk Menggala)
7. Mesuji (Tanjung Raya dan Panca Jaya)
Catatan:
Sumatera Selatan (Palembang, Ogan Ilir, Lubuk Linggau, Lahat) dan Bengkulu juga melaporkan dampak sebagian, tapi tidak seberat provinsi utara.
Data dihimpun dari laporan real-time media (Tribun, Kompas, Detik, dll) dan postingan serta komentar mutualan awak dll di X pada 23 Mei 2026. Kondisi dinamis wak, beberapa daerah sudah mulai hidup bergiliran, tapi ada yang masih padam atau nyala-mati.
Musibah yang begitu besar tidak ada yang bertanggung jawab atau pemecatan. Negara tak peduli akan hajat hidup rakyat sumatera.
Oh.....tragisnya nasib Sumateraku sayang sumateraku malang💔.
Indonesian authorities have shut down several screenings of a new documentary on alleged human rights abuses in Papua, including Indigenous land seizures. Rights groups and international media still face restricted access to the region.
Al Jazeera’s @JesWashington reports.
Listrik mati se-Sumatra bisa saja dibaca oleh orang luar, "Gampang sekali bikin lumpuh negara itu."
Bagi yang suka baca-baca isu "national security" dan "hybrid warfare" pasti blm lupa ttg serangan siber atas jaringan listrik Ukraina 11 tahun lalu.
SUMATERA GELAP GULITA:
SATU TITIK PUTUS, ENAM PROVINSI LUMPUH
Ini bukan pemadaman biasa.
Ini adalah blackout massal yang mengekspos betapa rentannya sistem kelistrikan Sumatera.
Gangguan terjadi sekitar pukul 18.44 WIB ketika sistem Sumatera Bagian Utara (SBU) dan Sumatera Bagian Tengah (SBT) terpisah, menyebabkan Sumatera Bagian Utara mengalami padam total.
Beberapa warga melaporkan waktu sedikit berbeda: di Sumatera Barat, gangguan dirasakan sejak sekitar pukul 18.35 WIB,
Sementara di Padangsidimpuan warga mencatat blackout terjadi pukul 18.45 WIB.
Intinya: dalam rentang pukul 18.35–18.50 WIB, seluruh sistem kelistrikan Sumatera bagian utara dan tengah runtuh bersamaan.
PLN mengungkap pemadaman dipicu terpisahnya sistem Sumatera Bagian Utara dan Sumatera Bagian Tengah. Gangguan terjadi setelah jalur transmisi Rumai–Muaro Bungo 275 kV mengalami gangguan.
Jalur transmisi 275 kV ini adalah tulang punggung utama yang menghubungkan aliran listrik dari selatan ke utara Sumatera.
Ketika satu jalur ini putus, sistem tidak punya cadangan yang cukup untuk menopang beban dan efek dominonya langsung menjalar ke seluruh wilayah yang bergantung pada interkoneksi itu.
Arjun Karim, General Manager PLN UID Sumbar, menjelaskan gangguan berasal dari sisi gardu induk pembangkitan dan transmisi.
PLN menyebut gangguan terjadi pada jaringan transmisi bertegangan 275 kiloVolt, yang merupakan salah satu tulang punggung distribusi listrik antarwilayah. Ketika sistem terpisah, distribusi listrik menjadi tidak stabil karena pasokan dari pembangkit tidak dapat disalurkan secara merata ke seluruh wilayah.
Inilah yang perlu dipahami publik soal sistem kelistrikan Sumatera:
seluruh pulau ini menggunakan satu sistem interkoneksi tunggal. Artinya, semua provinsi "berbagi" satu jaringan listrik yang saling terhubung.
Keuntungannya: efisiensi distribusi.
Risikonya: kalau satu titik kritis putus, semuanya ikut jatuh.
Pemadaman listrik dilaporkan terjadi di wilayah Sumatera Utara, Aceh, Jambi, Lampung, dan Sumatera Barat, yang turut merasakan dampak dari gangguan sistem yang terjadi secara terpusat.
Ditambah Riau, total ada enam provinsi yang terdampak malam ini hanya karena satu jalur transmisi di titik Rumai–Muaro Bungo mengalami gangguan. Satu titik lemah, seluruh sistem kolaps. Inilah yang disebut "single point of failure"
sesuatu yang dalam sistem infrastruktur kritis seharusnya sudah diantisipasi jauh-jauh hari.
PLN menyatakan proses pemulihan masih terus dilakukan dan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 6 hingga 8 jam, tergantung kondisi sistem di lapangan.
ESTIMASI KERUGIAN: BERAPA YANG HILANG SETIAP JAM?
Enam provinsi terdampak berarti mencakup lebih dari 25 juta penduduk, ribuan pabrik, ratusan ribu UMKM, puluhan rumah sakit, dan infrastruktur digital yang sepenuhnya bergantung listrik.
Berdasarkan data PDRB gabungan provinsi terdampak dan referensi kerugian blackout serupa di Indonesia, berikut estimasinya:
Jika blackout berlangsung 5 jam: kerugian ekonomi diperkirakan berkisar Rp 500 miliar hingga Rp 1,5 triliun.
Ini mencakup kerugian langsung UMKM yang tutup mendadak, hilangnya jam produksi industri, biaya bahan bakar genset darurat, kerusakan produk makanan-minuman yang butuh pendingin, serta transaksi digital yang terhenti.
Jika blackout berlangsung 12 jam: kerugian bisa menembus Rp 2–4 triliun. Pada titik ini, industri manufaktur mulai merasakan kerusakan mesin akibat restart mendadak, rumah sakit menguras cadangan bahan bakar UPS, rantai dingin logistik mulai terganggu, dan kepercayaan investor mulai terkikis.
Jika blackout berlangsung 24 jam: estimasi kerugian bisa mencapai Rp 5–10 triliun.
Sektor perbankan dan fintech lumpuh, SPBU kehabisan cadangan daya, distribusi bahan pokok terganggu, dan potensi kerusuhan sosial mulai muncul di area yang tidak terbiasa hidup tanpa listrik.
Sumatera bukan pulau kecil. Ini adalah pulau dengan ekonomi terbesar kedua Indonesia,
Negara seriuskah mengurusnya????
Stop.....✋️✋️✋️⚠️⚠️⚠️
Buka mata kalian wak
TOP 5 Daftar Pemilik Perusahaan Penghancur Hutan di Papua
1. Keluarga MARTIAS FANGIONO
🌴 Menguasai hampir jutaan hektar lahan di Papua
2. Anthony Salim
🌴Menguasai ratusan ribu hektar
3. Seung Eun-ho
🌴Menguasai ratusan ribu hektar
4. Jimmy Widjaja
🌴Menguasai puluhan ribu hektar
5. Rosna Tjuatja
🌴Menguasai puluhan ribu hektar
Yang paling sakitnya beberapa perusahaan penghancuran hutan tersebut terdaftar di luar negeri, yang artinya hutan kita di hancurkan pajaknya untuk bangun negara luar.
Detik-detik perilisan film Pesta Babi di YouTube Redaksi JubiTV oleh bapak Vincen Kwipalo.
Film Pesta Babi yang asli ada di sini:
https://t.co/Sbq967xJ3z
#PestaBabi#PapuaBukanTanahKosong
[DARURAT AGRARIA]
LUBANG KEDUA! PT. WKS (Sinarmas) kembali MENGGALI JALAN warga Desa Bukit Bakar, Tebo — bukan untuk membangun, tapi untuk MENGURUNG rakyat!
💚 sumpah ini jahat banget. Kaya israel yt bikin yellow line dikasi galian macem gini jg. Tujuannya mau blokade biar warga gaza dan warga kampung ini ga bs lewat. Tp lbh mengenaskannya yg ini pelakunya sesama wni 😭💔 https://t.co/wWSQhfIKdz
Guys, ada pernyataan Prabowo yang menurut gue paling berbahaya yang pernah gue dengar dari seorang presiden soal mata uang negaranya sendiri.
Dan dia ngomong ini bukan di forum terbatas.
Bukan slip of the tongue.
Tapi di depan ribuan rakyat dengan penuh keyakinan:
Mau dolar berapa ribu kek
kalian di desa-desa kan enggak pakai dolar.
Yang pusing yang suka ke luar negeri.
Ini bukan candaan.
Ini adalah cara berpikir yang sangat berbahaya.
Gue mau kasih lo contoh nyata negara yang pemimpinnya pernah berpikir persis seperti ini.
Dan apa yang terjadi setelahnya.
Zimbabwe
ketika presiden bilang rakyat desa tidak butuh mata uang yang kuat:
Robert Mugabe selama bertahun-tahun bilang kepada rakyatnya bahwa pelemahan nilai mata uang adalah konspirasi Barat.
Bahwa rakyat desa yang tidak bertransaksi dalam dolar tidak perlu khawatir.
Hasilnya?
Inflasi Zimbabwe mencapai 89,7
sextillion persen per tahun di 2008.
Orang membawa uang keranjang penuh hanya untuk beli roti.
Petani di desa yang "tidak pakai dolar" mendapati hasil panennya tidak bisa dibeli siapapun karena harga berubah setiap jam.
Tabungan seumur hidup hilang dalam semalam.
Mereka akhirnya menyerah dan menggunakan dolar Amerika sebagai mata uang resmi.
Mata uang mereka sendiri sudah tidak ada nilainya sama sekali.
Venezuela
ketika pemerintah melarang rakyat khawatir soal kurs:
Hugo Chavez dan Maduro selama bertahun-tahun meyakinkan rakyat bahwa kurs tidak relevan bagi rakyat kecil.
Yang penting ada subsidi.
Yang penting ada program sosial.
Hasilnya?
Inflasi Venezuela mencapai 1.000.000% di 2018.
Dokter, guru, insinyur semua yang punya pendidikan dan bisa pergi pergi.
Lebih dari 7 juta warga Venezuela meninggalkan negaranya.
Rakyat desa yang "tidak pakai dolar" itu akhirnya mengantri berhari-hari untuk dapat sekarung tepung.
Mereka juga akhirnya terpaksa bertransaksi dalam dolar di pasar gelap karena mata uang mereka sendiri tidak dipercaya siapapun.
Dan sekarang kembali ke Indonesia yang ternyata sangat relevan:
Prabowo bilang rakyat desa tidak pakai dolar.
Tapi benarkah demikian?
Kedelai bahan baku tempe dan tahu yang dimakan rakyat desa setiap hari 90% diimpor dari Amerika Serikat.
Harganya ditentukan dalam dolar.
Ketika rupiah melemah dari Rp13.000 ke Rp17.000 — harga kedelai naik.
Harga tempe naik.
Harga tahu naik.
Penjual tahu dan tempe di desa yang "tidak pakai dolar" itu langsung merasakan dampaknya di meja makan mereka.
Gandum bahan baku roti, mie instan, biskuit yang dikonsumsi rakyat desa 100% diimpor.
Harganya dalam dolar.
Pupuk yang dipakai petani desa untuk bercocok tanam sebagian besar bahan bakunya diimpor.
Harganya dalam dolar.
Obat-obatan generik bahan bakunya sebagian besar diimpor dari China dan India.
Harganya? Dalam dolar.
Rakyat desa tidak pegang dolar secara fisik.
Tapi seluruh kehidupan mereka dari makan pagi sampai obat yang mereka minum harganya ditentukan oleh kurs dolar.
Dan inilah yang paling miris:
Presiden yang seharusnya menjaga kepercayaan pasar terhadap mata uang negaranya justru dengan entengnya bilang kurs dolar tidak relevan bagi rakyat.
Padahal kepercayaan itulah
yang membuat rupiah bisa stabil.
Kepercayaan itulah yang membuat investor mau masuk.
Kepercayaan itulah yang membuat rakyat tidak lari ke dolar dan emas seperti yang sekarang terjadi dan dikhawatirkan oleh ekonom-ekonom kita.
Ketika presiden sendiri tidak menganggap serius pelemahan mata uangnya sinyal apa yang dikirim ke pasar?
Sinyal apa yang dikirim ke investor asing?
Sinyal apa yang dikirim ke rakyat yang tabungannya dalam rupiah?
Bandingkan dengan pemimpin yang serius:
Lee Kuan Yew dari Singapura negara tanpa sumber daya alam apapun menjadikan kestabilan mata uang sebagai prioritas utama pemerintahannya.
Dia tahu bahwa kepercayaan terhadap mata uang adalah kepercayaan terhadap negaranya secara keseluruhan.
Hasilnya?
Singapura hari ini punya GDP per kapita lebih dari 80.000 dolar.
Rakyat Singapura yang "cuma pedagang kecil" pun hidupnya jauh lebih sejahtera dari rakyat kita yang punya sumber daya alam berlimpah.
Bukan karena Singapura kaya alam.
Tapi karena pemimpinnya tidak pernah menganggap remeh nilai mata uangnya.
Pernyataan "mau dolar berapa ribu kek, di desa kan tidak pakai dolar" bukan pernyataan yang menunjukkan ketenangan seorang pemimpin.
Itu adalah pernyataan yang menunjukkan ketidakpahaman atau lebih buruk lagi, ketidakpedulian terhadap bagaimana ekonomi nyata bekerja di tingkat paling bawah.
Rakyat desa tidak pegang dolar.
Tapi rakyat desa makan tempe dari kedelai impor yang harganya dalam dolar.
Rakyat desa bertani dengan pupuk yang bahan bakunya dalam dolar.
Rakyat desa berobat dengan obat yang bahan bakunya dalam dolar.
Ketika presiden tidak peduli dengan kurs yang tidak peduli bukan hanya presidennya.
Tapi seluruh sistem di bawahnya ikut tidak peduli.
Dan ketika seluruh sistem tidak peduli dengan nilai mata uangnya sendiri kita tinggal menunggu giliran menjadi Zimbabwe atau Venezuela berikutnya.
Semoga kita tidak sampai di sana.
Tapi pernyataan seperti ini tidak membuat gue yakin bahwa kita sedang bergerak menjauhi arah itu.