Boredom ๐๐ก๐ค๐๐ ๐จ him like a shroud, hiding a simmering ๐๐ฎ๐ซ๐ฒ that, once ignited, ๐ฝอ๐อ๐อ๐อ๐ with a fierce intensity.
Pria itu memang bertanya dengan nada lemah lembut, tapi sayang sekaliโia menyenggol hal yang tak seharusnya: bayaran.
โDan aku tidak butuh bayaranmu,โ ujarnya untuk terakhir kali, sebelum langkah-langkahnya menghilang menjauh.
@agapitedeva
โLurus saja. Kalau sudah lihat gedung tujuh lantai, belok kanan. Konbini-nya di sana,โ katanya tanpa menoleh, punggungnya pun sudah membelakangi lawan bicaranya.
โKau mau ke mana?โ tanyanya, dengan suara datar dan dingin, tak menggubris pertanyaan-pertanyaan yang sebelumnya dilontarkan pria itu.
Tapi hei, bukankah itu sudah cukup menunjukkan niat baiknya?
@agapitedeva
Seandainya ini terjadi di masa lalu, Chika barangkali sudah malas menanggapi. Namun, kata-kata Umemiya tempo hari tampaknya meninggalkan jejakโmembuat hatinya tak sekeras biasanya.
Ia hanya berdiri, menatap sosok itu tajam, menimbang dalam diam. Haruskah ia melepaskan satu pukulan lagi, atau cukup sampai di siniโdan meninggalkan makhluk aneh yang telah mencuri waktunya ini?
( @agapitedeva )
Bagaimana mungkin seseorang yang baru saja ia temui malam ini malah bertanya, โSaya siapa?โ, terlebih kepada dirinyaโyang bahkan baru saja menonjoknya.
Chika tak mengucap sepatah kata pun.
@agapitedeva Melangkah tanpa arah sudah menjadi kebiasaannya. Apa boleh buat? Hari-harinya selalu diliputi kebosanan. Namun, malamnya kalo ini mulai terusik oleh hadirnya sosok asing.
Mulanya, ia memilih untuk tak menggubrisnya.
@ichibanofurin โLalu apa hadiah untuk yang menang atau hukuman bagi yang kalah? Dan bagaimana bila tak ada yang ingin mengalah?โ tanyanya sebelum ia duduk dan mencondongkan badan ke arah Umemiya. Ia masih menatap biskuit itu dengan ragu.
@ichibanofurin Jemarinya kembali melintas di permukaan pipi Umemiya, kali ini dengan tekanan yang tidak lebih kuat dari sebelumnya. Ia merenungkan jawaban Umemiya sejenak, namun tetap saja ia tak menyukai bayangan yang hadir dalam benaknya.
โSejak awal aku tidak pernah peduli soal menang atau kalah,โ gumamnya, sebelum sekali lagi tangannya mencengkeram kerah seragam Umemiya, menariknya lebih dekat. Tanpa ragu, ia menghantamkan bibirnya ke bibir pemuda Bofurin lagi.
@ichibanofurin
Meski demikian, ia tak dapat mengingkari gejolak antusiasme yang sulit diuraikan. Gemuruh dalam dadanya bertalu-talu, adrenalin mengalir deras di setiap pembuluhnya, menghadirkan sensasi yang tak asingโpersis seperti saat ia berada di tengah perkelahian sengit.
@ichibanofurin โKenapa tidak makan yang lain? Kan ada banyak?โ tak ada raut wajah kebingungan yang terlihat, namun siapapun dapat mendengarnya dengan jelas dari nada suaranya.
Sang ketua Noroshi itu masih tidak memahami cara permainannya.
Cerita tentang Pangeran Lobak ini mungkin terdengar konyol, namun Chika sama sekali tidak terganggu. Buktinya, ia mendengarkan kisah itu tanpa jeda, tanpa memotong si pemimpi. โKalau aku Pangeran Lobak, kau jadi apa?โ
@ichibanofurin
Namun, alih-alih Chika yang menghanguskan sekitarnya, justru kini ia sendiri yang terasa terbakar. Sebuah kecupan singkat di puncak hidungnya telah menyulut panas yang menjalar hingga menyelubungi seluruh wajahnya.