Guys lu pada tau gk
Mohammad Hatta pernah lihat iklan
sepatu Bally di koran
Beliau gunting iklannya, lalu disimpan di dompet bertahun-tahun.
Padahal saat itu beliau menjabat
Wakil Presiden Republik Indonesia.
Kalau mau? Tinggal telepon.
Tinggal suruh staf.
Tinggal pakai fasilitas jabatan.
Tapi beliau memilih menabung sendiri.
Dan tabungannya sering habis karena dipakai bantu orang lain.
Sampai beliau wafat tahun 1980…
sepatu itu nggak pernah kebeli
Yang ditemukan keluarga di dompetnya cuma guntingan iklan sepatu Bally yang sudah kusam dan terlipat rapi selama puluhan tahun.
Bayangin…
dulu ada Wakil Presiden yang mimpinya cuma sepasang sepatu.
Bandingin sama sekarang
Ada pejabat:
- laundry baju keluarga ratusan juta
- mobil dinas miliaran
- anggaran kaos kaki fantastis
- fasilitas mewah pakai uang negara seolah normal
Sementara Bung Hatta bahkan takut memakai jabatan untuk kepentingan pribadi.
Ini bukan soal miskin atau kaya.
Ini soal tahu batas:
mana milik negara, mana milik pribadi.
Zuhud bukan berarti nggak punya keinginan.
Bung Hatta pengen sepatu itu. Tapi beliau menjaga diri agar jabatan tidak merusak hati.
Dan mungkin… garis pemisah itu yang sekarang mulai banyak hilang.
Klo penasaran gmn caranya makananmu bergerak di dalam usus, nope, makananmu ga bergerak.
Makananmu digerakkan oleh gerakan usus yg dikenal sbg gerakan Peristaltik.
Video yg kamu lihat ini adalah visual gerakan Peristaltik tsb. Now you know 😆
@satriaviMN@MamatAlkatiri Tp FIGC tidak suka itu bg.. Dia lebih memilih mengambil pemain lain dari juve atau milan.. Meskipun busuk.. Apa yg diharapkan dr seorang Cristante
@SerieA_Lawas Terlalu mendewakan pakem 3-5-2 dengan inter core nya.. Pemilihan pemain yg kurang baik yg bener2 cocok dengan formasi ini.. Fix salah pelatih ini.. Bastoni jg terlalu ceroboh.. Bye pildun