Dalam istilah anak Babelan, yang dilakukan PT Persija Jaya ini disebut “commercial failure passed on to fans”.
Ketidakbecusan tim marketing dalam memaksimalkan nilai komersial Klub dan pertandingan kepada sponsor, akhirnya membuat beban biaya pelaksanaan dan operasional klub dialihkan kepada penonton lewat harga tiket yang lebih tinggi.
Rada aneh emang tim sebesar Persija, dan basisnya ada di Ibu Kota dan pusat ekonomi Negara tetapi tim marketingnya cuma bisa dapat Sponsor dari perusahaan-perusahaan sang Owner dan bantuan berbau Pemda.
Persib Kultural enjing ngarayakeun 14 Maret 1933, Persib Moderat mah ngarayakeunna 18 Maret - akhir Maret 1934. Persib Denominasi beranggapan taun 2008 sbg hari lahir.
Tah pami anu ngarayakeun 5 Januari 1919 eta Persib aliran sesat.