@mewtualism Kebetulan aku jualan keripik pisang rasa rasa nih (coklat, cappucino,greentea), baru bangeet buka di shopee jadi yukk ramein, dijamin enak & nagiih 😋
https://t.co/L62yCzepbm
🚨 EXCLUSIVE: Manchester United closing in on deal to sign Carlos Baleba from Brighton & Hove Albion. #MUFC offer for 22yo Cameroon midfielder ~£60+5m; below #BHAFC valuation but amicable talks continue as all parties work to reach agreement @TheAthleticFC https://t.co/WmP1bD2JuT
@GIBOLofficial Salah pendekatan lebih tepatnya, vietnam fisik kuat presssing oke lari cepet. Kalau JH mau lawan dengan pemain teknik ya harus minim kesalahan passing atau positioning tapi semalam itu gak kelihatan sama sekali. Kalau gitu dari awal fisik lawan fisik
@ruangtaktik Sebenarnya gua ngerasa eliano ini posisinya nanggung, winger kanan kurang kreasi dan dribbling, wingback pun defend nya kurang. Better mainin Walsh senggaknya skill defend dia dibutuhin di sisi kanan.
Semoga JH bisa belajar banyak dari STY untuk level ASEAN karena teknik bukan segalanya. Level ASEAN masih mengandalkan fisik dan duel untuk sekedar menguasai pertandingan. Kalah Secondball -> Kena Counter -> Selesai
Dari lineup lawan vietnam ini, sudah kelihatan kalau JH lebih condong isi lini tengah dengan pemain teknis. Alhasil Klok, Ivar, & Haye fisik mereka kendor dan kalah duel sampai secondball dari vietnam yang lebih ngotot
Prabowo labels journalists, analysts, and NGOs as “londo ireng”:
“Londo-Londo Ireng ini sampai sekarang masih ada. Hanya dia sekarang pakai baju lain, kan? Wartawan, jurnalis apa itu? Pengamat, LSM. LSM harus kita tanya, yang gaji lo siapa? Yang bayar listrikmu siapa? Yang bayar handphonemu siapa?”
(https://t.co/a0chzOs76I)
Dari sekian banyak pidato, pidato kali ini bener bener nyesek
Rakyat yang bayar gaji kalian, dikritik malah dibales:
“EMANG GUE PIKIRIN” dan disambut tepuk tangan yang meriah
Dalam satu hari, ada dua AIB BESAR terbongkar.
Pertama pengakuan peserta demo dukungan MBG yg menerima uang Rp. 100.000 dan juga beberapa hadiah.
Kedua terbongkarnya para mahasiswa yang menerima sejumlah uang ketika bertemu wapres gibran.
Dan ga ada yang bisa kita lakukan..
Tenang, walau 1 dollar skrng udah 18.000
Itu artinya rupiah lagi dilemahin, biar ekspor josss, toh beli tempe goreng masih pake rupiah. Ga pake dolar.
Amanlah.
Itu buktinya ibox, resto mewah, event2 fashion tetep rame.
Ini ulah mata2 asing yg buat gaduh.
Jaya jaya jaya
Saya dapat info bhw ada 17 calon Dubes asing yg sudah tiba di Jakarta tapi sampai sekarang masih MENUNGGU waktu utk memberikan surat kepercayaan kpd Presiden. Dari mereka ada yg sudah menunggu 8 bulan. Ada juga Dubes dari negara ASEAN yg menunggu 6 bulan. Karenanya, mereka belum bisa bekerja secara resmi.
Ini memberikan kesan buruk bagi negara2 sahabat yg mengirim Duta Besarnya ke 🇮🇩, apalagi Dubes 🇮🇩 di luar negeri selalu dgn cepat menyerahkan surat kepercayaan kpd host country. Tanpa menyalahkan siapapun, Mohon masalah ini dapat segera dituntaskan Istana krn menyangkut reputasi diplomatik kita.
Saat masih kuliah di UGM, saya mendengar kabar seorang diplomat muda Indonesia di London berani tampil di BBC World Debate, berhadapan dgn diplomat senior Ramos Horta, di saat atmosfer internasional sedang menyudutkan Indonesia. Diplomat muda Indonesia itu tampil gemilang menjaga nama Indonesia tegak berwibawa. Di situlah pertama kali saya mendengar namanya: @dinopattidjalal.
Beberapa tahun kemudian, saat sedang menempuh progam PhD di Illinois, kami berjumpa langsung. Dino datang ke Chicago menjelaskan keadaan mahasiswa dan diaspora Indonesia pasca-9/11. Yg kami temui adalah diplomat muda yg cerdas, artikulatif, dan mampu menangani persoalan rumit dgn ketenangan diplomatik yg sulit ditiru.
Tahun 2012, sebagai Dubes di AS, Dino menggagas Kongres Diaspora Indonesia pertama di Los Angeles, mempertemukan diaspora dari seluruh dunia. Saya termasuk yg ia undang. Ia lalu mendirikan FPCI, komunitas kebijakan luar negeri terbesar dan berpengaruh, yg ikut melahirkan generasi diplomat baru, ujung tombak kita di panggung global.
Menguasai substansi, rekam jejaknya teruji, dan pengalaman memimpinnya luas. Itulah Dino. Karier diplomatiknya panjang dan ajeg, kecintaannya pada politik luar negeri Indonesia begitu dalam. Dino Patti Djalal, bukan karbitan jadi diplomat, bukan pula karbitan jadi pejabat.