gw beneran sedih banget kl ada penulis yang aslinya seneng menulis dan excited dapet tawaran terbit lalu ended up jadi benci menulis karena penerbitnya ky kontol, entah milking terus terusan atau merusak proses kreatif mereka 😔
gue beneran berharap semua penulis yang karyanya beneran bagus, appreciate pembacanya, dan genuinely senang dengan apa yang dilakukannya dijauhkan dari penerbit penerbit aji mumpung yang cuma mau marketnya doang aamiin
Let’s have a healthy discussion 📚 Do you guys think buying too many books counts as overconsumption, or is it forgivable because books are something valuable and beneficial?
waktu rame film sore udah pernah dibahas ini. mainly karena rata rata orang indo terbiasa dengan media yang storytelling-nya bergantung sama ‘nyuapin’ audiens. konsep show don’t tell juga gak akan berlaku buat orang orang yang menganggap media itu sendiri seharusnya ‘menghibur’.
Kenapa kritik backrooms dari orang indo kebanyakan "gajelas, ga dikasih tau secara gamblang maksudnya apa" Sementara dari foreigners menurut mereka pesannya itu terlalu tersurat/spoonfed ke audiens ?