@SylvainBon9026@TerraClassic_ Because burning 1-2 trillion LUNC from their own treasury would actually hurt Binance’s balance sheet.
They’d rather burn tiny bits from trader fees and post “We support LUNC” tweets.
Real ones burn their own money. Binance burns yours and calls it support 🔥
Say it in one line: why do you love #Binance?
One reason. Could be anything.
30 best selected answers win from a 3,000 USDC prize pool.
To enter:
👉 Follow @Binance + RT this
👉 Reply or Quote Tweet with a one-liner
👉 Complete the survey: https://t.co/iMsF7mGZmU
The best Binance love letters are one line long. 🫡
Contest ends: Jun 2, 23:59 UTC
AI will make you jobless.
Crypto will make you not need a job.
Buy and hold now, retire in a few years. 🙋♂️if crypto allowed you to retire already.
(Not financial advice)
Digital Financial Literacy IAKD 2026
Sobat OJK,
Sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi keuangan digital masyarakat, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali menghadirkan program Digital Financial Literacy IAKD 2026 🚀
Tahun ini, OJK mengajak kamu buat kenalan lebih dekat sama dunia kripto, tokenisasi, dan masa depan investasi digital lewat tema:
💸 Financial Glow Up: Kenalan Kripto, Tokenisasi, dan Masa Depan Investasi Digital
Catat tanggalnya dan jangan sampai kelewatan ya! 👀
📍 Tersedia secara luring & daring
- Auditorium G.P.H Haryo Mataram S.H Universitas Sebelas Maret (UNS)
- Zoom Webinar
🗓️ Senin, 11 Mei 2026
⏰ 13.00 WIB s.d. selesai
Registrasi: https://t.co/QGCuuhR6Rt
Yuk registrasi sekarang dengan scan QR di poster!
Untuk peserta daring, link Zoom Webinar akan dikirimkan ke email-mu setelah registrasi berhasil 😉
✨ GRATIS dan terbuka untuk umum.
Sampai jumpa 😊
#OJKIndonesia #Keuangan #DigitalFinancialLiteracy #IAKD
REMINDER: Starting Friday, May 8th, Instagram DM's will no longer be end-to-end encrypted.
Instagram hasn't explained why they're dropping end-to-end encryption, which raises some pretty obvious questions about what they plan to do with your private messages.
PENDIRI TELEGRAM TOLAK TUNDUK PADA PEMERINTAH, PAVEL DUROV JADI SIMBOL KEBEBASAN DIGITAL
Nama Pavel Durov kembali jadi sorotan setelah kisah hidup pendiri Telegram itu ramai dibahas di media sosial dan komunitas teknologi dunia
Lahir di kota Leningrad, Rusia, Pavel dikenal sebagai anak yang sudah tertarik dengan dunia komputer sejak usia dini Sebelum remaja, ia bahkan sudah mampu membuat program sederhana sendiri dari rumahnya
Saat masih menjadi mahasiswa, Pavel mulai membangun berbagai proyek digital kecil di internet Langkah itu kemudian membawanya menciptakan VK pada tahun 2006, platform media sosial yang disebut-sebut sebagai “Facebook versi Rusia”
Popularitas VK melonjak sangat cepat Dalam waktu singkat, jutaan pengguna memenuhi platform tersebut dan menjadikannya salah satu media sosial terbesar di Rusia saat itu
Namun konflik besar mulai muncul ketika pemerintah Rusia meminta Pavel membatasi akun-akun oposisi dan pihak yang dianggap melawan negara
Permintaan tersebut ditolak
Alih-alih mengikuti arahan pemerintah, Pavel justru menunjukkan sikap perlawanan terbuka yang langsung menarik perhatian publik internasional
Tekanan politik terhadap dirinya terus meningkat hingga akhirnya Pavel mulai melepas kepemilikan saham VK dan meninggalkan posisinya sebagai CEO pada 2014
Ia kemudian memilih keluar dari Rusia dan hidup berpindah-pindah negara sambil membangun proyek baru yang kini dikenal dunia sebagai Telegram
Telegram hadir bukan hanya sebagai aplikasi pesan instan, tetapi juga membawa misi besar soal keamanan data dan privasi pengguna
Platform itu berkembang sangat cepat hingga dipakai ratusan juta orang dari berbagai negara Pada 2023, jumlah pengguna aktif bulanan Telegram dilaporkan sudah menembus lebih dari 700 juta akun
Dalam sebuah wawancara bersama Tucker Carlson, Pavel mengungkap bahwa aparat intelijen Amerika Serikat pernah mencoba mendekati engineer Telegram secara diam-diam saat dirinya berada di AS
Meski menghadapi tekanan dari berbagai pihak selama bertahun-tahun, Pavel Durov tetap mempertahankan prinsip yang sama
kebebasan privasi pengguna tidak boleh dikendalikan pemerintah maupun korporasi
WhatsApp’s “E2E encryption by default” claim is a giant consumer fraud: ~95% of private messages on WhatsApp end up in plain-text backups on Apple/Google servers — not E2E-encrypted. Backup encryption is optional, and few people enable it — let alone use strong passwords.
Session, a privacy-focused encrypted messaging app, has announced it will shut down in 90 days without new funding. With $1M annual costs, it serves 1.7M users around the world. Staff will leave by April 2026, with some volunteering until July.
https://t.co/mpBlX4nnqs
🔐 Google Launches Gmail End-to-End Encryption for Android and iOS Users | Source: https://t.co/zNjUbbnRy0
Google has officially rolled out End-to-End Encryption (E2EE) for the Gmail application on Android and iOS devices. This major update targets users utilizing Gmail client-side encryption.
It allows organizations to handle sensitive data confidentially directly from their smartphones or tablets. The feature ensures compliance with strict data sovereignty rules while keeping the workflow entirely mobile.
Users can now compose and read encrypted messages natively within the standard Gmail application. There is no longer a requirement to download third-party applications or log into separate secure email portals.
#cybersecuritynews