Bacotan pidato Prabowo hari ini yang paling bikin kesel:
“TNI dan Polisi butuh gaji yang baik supaya tidak meras rakyat”
Hei Prabowo, kasus korupsi ompreng MBG itu Jenderal Polri pelakunya, Kolonel TNI aktif terlibat korupsi motor listrik BGN
Dan TNI kemarin malah jagain rumah koruptor, Jaksa mu sendiri sang mega koruptor
Noh, urusin Febrie Ardiansyah udah jadi tersangka tapi belum di tahan👀
@ARSIPAJA Ngapain ngusir njing? Kita di negara ini bayar ya bangsat,gak gratis kaya lu & kawanan pejabat lu yang gak ada gunanya.
Kita bayar pajak dari A - Z,pajak kita yang ngehidupin lu semua,uang yang bangsat² korupsi itu pake uang kita,uang rakyat.
Kok bisa congor lu gak tau diri?
@tanyarlfes Boleh2 aja asal bukan aku.
Aku tipikal yg kl nyeleksi satu2, bukan langsung deketin semua trs seleksi. Krn aku refleksiin ke diri sendiri si, aku kalo digituin ya gasuka
Salah satu muara persoalan gaji dosen kecil di Indonesia adalah: memisahkan "gaji pokok" dan "tunjangan". Gaji pokok dibikin kecil (2,6 juta?) lalu ada pekerjaan2 tambahan dengan "tunjangan" sehingga gajinya terlihat besar.
Kita tidak sadar kalau praktik ini adalah eksploitasi.
rilll kadang kasian liat dosen sendiri, satu sibuk ngajar, dua sibuk ngurus penelitian... bahkan bbrp dosen gue ngeluh ga dibayar ngajar S2 gara2 prodi S2 nya masih baru :((((( sediii
Gimana ya caranya bantu-bantu dosen ini? Aku keinget dosenku yg akhirnya pindah jadi professor di China. Dia sering share dan membandingkan ketika dulu ngajar di top 3 PTN dan di China sekarang.
Kalo di Indo saking kecilnya gaji dosen, mereka terpaksa ambis ambil project, riset dll demi tambahan uang, ketika dia di China di kampusnya ternyata dibatasin persentase untuk ambil project diluar mengajar, karena tugas utama dosen itu ya mendidik sebenernya. Dan dia melihat koleganya di China ya fokus mendidik dan riset aja, krn secara gaji lebih dari layak untuk hidup nyaman 😭
isi curhatan hati dosen Unair (Cenuk):
- Digaji Rp 2,6 juta/bulan
- meski lulusan S3 dari Macquarie University, Australia.
- Mulai karier 2010 dengan gaji awal Rp 1,2 juta/bulan.
- Dapat gelar doktor 2016, sertifikasi dosen (serdos) 2020, pindah ke Unair 2022.
- Beban kerja besar
- tak sebanding kesejahteraan.
REKTOR ITB KE KOMISI X DPR:
KAMI CUMA DIBIAYAI APBN 18%, UKT 26%, SISANYA CARI SENDIRI!
INI KAMI SANGAT BERAT!
DI MALAYSIA, KAMPUS DIBIAYAI APBN 45%.
DI CHINA, 70-80%.
DI SINGAPURA, ANGGARANNYA 10x ITB, 50% DARI APBN.
KITA KAYA KAMPUS DI AMERIKA YANG CUMA 10% APBN.
Yg bikin gedeg dari kasus komisaris BUMN ini tuh bukan cuma soal siapa yg diangkat, tapi pesan sosial yg dikirim ke publik.
Di saat (((RATUSAN RIBU))) fresh graduate berjuang cari kerja, ikut seleksi berlapis, ditolak berkali-kali, ada orang2 yg kariernya melesat bukan karena kapasitas, tapi karena kedekatan, loyalitas politik, dan kemampuan menjilat.
Akhirnya yg rusak bukan cuma tata kelola BUMN, tapi juga kepercayaan anak muda bahwa kerja keras punya tempat yg adil di negeri ini.
Kemarin nyonya ditabrak motor, ngabarin via video call.
Gue minta KTP atau SIM katanya ga bawa, akhirnya gue suruh ngasih nomer hape aja.
Udah kepikiran, ah paling ga tanggung jawab. Gue males ngegas karena nyonya cuma berdua anak. Anggap hari apesnya nyonya aja jadi tidak berharap dia ganti rugi jg.
Bener, nomernya dihubungin ternyata punya orang lain.
Padahal gue cuma berharap penjelasan dan permohonan maaf, tapi mental jelek gini banyak banget ternyata.
"yakali dia ke psikiater aja aku nggak tau"
aku ke psikiater selalu sendiri. mentok-mentok dianter abang gojek 😇 gak ada yang lebih tau tentang yang dirasakan anak kecuali anak itu sendiri. gak sekalipun orang tua.
ngga pernah terbuka sama ortu karena sekalinya bilang kalo aku capek responnya "jangan apa-apa ngeluh jd orang harus bersyukur"
pdhl namanya manusia normal kan ngeluh sekali2, setelah itu ga pernah cerita lagi. and they had the audacity untuk bilang "salsa anaknya ngga pernah terbuka"
mungkin bertahun tahun kemudian orang tua bakalan lupa pernah setega ini sama anak sendiri, tapi anakmu ngga akan lupa, they carried the wound for the rest of their lives
as an elder child in the family, gue grown up dengan banyak sekali ekspektasi dan tuntutan. sedangkan adek2 gue? gak ada. emak bapak gue santai aja. tapi mereka selalu berlindung dibalik kalimat:
“KAMI KAYAK GITU KARENA KAMI TAU KAMU MAMPU, SEDANGKAN ADEK2 KAMU ENGGAK”