Apakah sebagai pemimpin harus selalu protagonis? Mari skr kita nikmati; bagaimana menjadi pemimpin di ruang antagonis.
Rakyat adalah penonton.
Siapa produsernya?π€£π€£
Kenapa aku tidak pentas teater? Wajar! Karena dalam 10 tahun terakhir, negeri kita sudah cukup teaterikal, penuh intrik, alur ganda, tangga dranatik yang liar...
Jadi...untuk apa? Toh mereka jauh lebih teaterikal (mengelola negeri ini). π€£π€£
Mungkin saja, saat ini adalah "time for orang serakah". Mereka yang ikhlas menjalani hidup, menyemai kebaikan, sebaiknya minggir dulu, kalau bisa minggir selamanya.
Selamat datang orang2 serakah..
Ketika seseorang, sekelompok orang, bahkan sebuah negeri belajar mandiri, maka terlalu banyak badai yang sengaja diciptakan.
Begitulah genosida moral berjalan pelan tapi..pasti!
@infosastra Terima kasih kepada seluruh peserta daring dari Lombok, Balikpapan, dan Lampung (terjauh), selain dari Jawa. Semoga bermanfaat & tetap kreatif. - Salam Literasi.
#onprogress
Benar! Ketika beberapa kali berkumpul dengan kawan2 "pejabat tinggi desa", aku selalu kesulitan untuk menemukan alasan; desa akan maju & mandiri.
Meski tidak semua demikian...π
Melihat persoalan dari akar, rupanya belum menjadi kebiasaan. Wajar, karena akar posisinya dalam tanah. Lebih enak, mangkas dahan atau menebang pohon sekalian. Tetapi, akar masih menumbuhkan tunas *persoalan" baru.
Ada alasan untuk maju?