Bangsaaaaatt!!! 😭😭
Level koordinasi antar lembaga dan kementerian di jajarannya si tua bangka delusional itu kok bisa sebobrok ini sihh??
Kirain jumlah kementerian yang gendut secara kuantitas tuh bikin koordinasinya makin ciamik. Gak taunya malah 😭😭😭
Bangsatlah, celeng!
Virgo ini nggak suka segala hal yg mendadak dan tiba-tiba. Semua terencana dengan baik. Dan bahkan Tuhan nggak ngambil mama dengan tiba-tiba. Dia kasih tanda sampai aku bilang, Yaa Allah aku ikhlas kalau waktunya sekarang. Meskipun tetap menyakitkan tapi itu yg terbaik
At least, kalo udah tau dia laki orang, gw nggak akan terima telfon di luar jam kantor (kecuali bos gw, duh). At least, kalo udah tau dia punya cwk, gw nggak akan nebeng pulang. Selain selera gw bukan laki orang, gw menghargai perasaan orang lain. Value ini dari nyokap gw
Jika kamu mau cari bukti penurunan tanah, ya di sini: Kelapa Gading pasca hujan lokal yg ekstrim.
Airnya tidak bisa mengalir ke tempat lebih rendah lagi. Sungai2nya ditanggul beton lbh tinggi dr permukaan jalan pula, jadi terhalang.
Dulu salah satu argumen pembangunan BKT adalah mengurangi banjir di Kelapa Gading, tapi kalau limpasannya gak mengalir, ya gak akan sampai juga ke BKT, plus emang gak ada “sodetan” jg.😅
Yang “menakutkan” dari penurunan tanah itu bukan air dari laut (saja), tapi genangan di atas permukaan tanah yang tidak bisa mengalir dan gak bisa kemana2 TANPA (misalnya) bantuan pompa.
Mitigasi banjir di Jakarta itu masih berfokus pada banjir kiriman. Tapi masih lemah di banjir akibat hujan lokal yang ekstrim.
Panduan Singkat Penyampaian Kritik di Ruang Digital
1. Hindari menyerang individu, fokus pada kebijakan.
❌ “Pejabat ini tidak kompeten.”
✅ “Kebijakan ini menunjukkan kelemahan dalam perencanaan dan eksekusi"
2. Hindari tuduhan langsung.
❌ “Mereka sengaja merugikan rakyat.”
✅ “Menurut penilaian saya, kebijakan ini berpotensi berdampak merugikan.”
3. Hindari bahasa merendahkan.
❌ “Keputusan tolol.”
✅ “Keputusan ini kurang berbasis kajian yang memadai.”
4. Hindari ajakan provokatif atau mobilisasi emosional.
❌ “Lawan sekarang.”
✅ “Perlu pengawasan publik dan diskusi yang lebih serius.”
5. Hindari klaim faktual dan penyebutan nama tanpa rujukan.
❌ “Institusi A selalu gagal mengelola kebijakan ini.”
✅ “Menurut laporan media Tempo, implementasi kebijakan ini.. "
6. Hindari kritik yang mengarah ke SARA.
❌ “Golongan X memang selalu jadi sumber masalah.”
✅ “Praktik tertentu dalam kasus ini menimbulkan persoalan serius.”
Tetaplah bersuara, meski tak senyaman sebelumnya.
Kawal bapak ini gaes,
Karena ia terlalu berani mengungapkan yg terjadi sebenarnya 🫣
Kejaksaan Agung menemukan adanya keterkaitan kuat antara bencana di Aceh dan Sumatera dengan maraknya alih fungsi lahan yang melanggar aturan.
Setelah hari itu, gw bisa ketawa-tawa kalo di depan orang. Tapi kalo sendiri, gw hancur. Naik motor sambil nangis, mau tidur nangis, bengong dikit nangis, ada yg manggil "Mama" aja gw nangis. Gw bilang ke temen deket gw waktu itu, "Gw udah nggak punya mama."
Sampai rumah udah malem, tinggal beberapa keluarga yg nungguin. Sesuai yg gw pengen. Gw cuma peluk kakak dan ponakan gw, nangis sekali. Udah. Gw nggak kebayang kalo harus dipeluk setiap peziarah yg dateng sambil dibisikin, "Ikhlas yaa. Sabar yaa." Nggak. Gw nggak ikhlas