Untuk adik-adikku Gen Z yang luar biasa.
Kalau dulu, umur 30 ayah ibumu udah bisa bangun rumah. Sekarang kamu umur 30 masih ngekos atau ngontrak.
Ingat ini Usahanya sama, tapi memang ekonominya yang beda.
Dulu ibumu bisa besarin tiga anak tanpa kuliah. Kamu sekarang udah sarjana, kerja sambilan sana-sini, tetap ngos-ngosan buat bertahan hidup.
Dulu ibu belanja untuk kebutuhan seminggu cukup gaji bapak sehari. Sekarang kamu kerja dua tempat, keranjang belanja masih setengah isi.
Ini bukan karena kamu males atau kurang kerja keras. Permainannya memang udah berubah.
Jangan bandingin dirimu sama orang tua dulu. Mereka main di level berbeda. Kamu main di level expert, lawan hidupmu itu sungguh dahsyat, inflasi, ekonomi digital, dan dunia yang nggak pernah tidur.
Kamu tidak gagal. Garis start-nya yang memang geser, aturannya yang berubah. Kamu masih bertahan di dalam permainan.
Jadi stop rasa bersalah, stop ngerasa malu. Kamu nggak terlambat. Kamu lagi bangun sesuatu di tekanan yang generasi sebelum kamu dulu nggak pernah hadapi.
Terus jalan.
Kamu nggak rusak.
Kamu cuma lagi membangun
di dunia yang beda.
Lihat ini, apa ndak rusak birokrasi pemerintahan?
Kita memilih @Prabowo di Pilpres sebagai Presiden, sebagai pucuk pimpinan pemerintahan, bukan Teddy. Tapi setelah jadi Presiden, malah semua urusan pemerintah di bawah kendali Teddy.
Makanya kacau balau pemerintahan ini
Kesan yang kutangkap: Prabowo males ketemu realita. Di luar negeri dia presiden, disambut arak-arakan, fine dining, pasukan berkuda. Serba "bangsawan", serba elegan.
Di dalam negeri? Dia "cuma" politisi yang harus bergelut sama lumpur politik, keluhan rakyat, dan kemiskinan yang nggak bisa disembunyiin di balik seragam militer. Wajar dong klo dia lebih suka "kerja keras" di luar negeri.
Tapi pertanyaannya, dulu nyapres buat apa, kalau realita negeri sendiri aja nggak mau dia hadapin?
if prabowo has a million haters, i'm one of them. if wowo has a ten haters, i'm still one of them. if wowo has one hater, that’s me. if wowo has no hater, it means i'm dead. if the world supports prabowo, then i’m againts the world❤️
tau gak, di perusahaanku ada 1 orang yg kerjaannya overload. dia kayaknya udah pusing banget sampe ranap berkali2, minta tambahan karyawan ke managemen pusat, tau gak jawabnya apa?
"kalo kamu gak kuat dengan beban kerjanya, resign aja. banyak yg pengen di posisimu"
Presiden kita ini benar benar tidak punya rem untuk tidak mengambur hamburkan uang negara. Coba istana jelaskan ke rakyat secara gamblang tentang hasil nyata dari tiap kunjungan yang dilakukan hampir tiap minggu melawat ke luar negeri? Berapa anggaran negara yg dihabiskan hanya untuk berpergian? Pantaskah itu dilakukan saat rupiah terpuruk terhadap dollar, harga saham merosot dan remuk di mata investor, serta banyak rakyat sedang kesulitan ekonomi karena harga harga kebutuhan yang makin mahal? Apa tidak ada orang di sekeliling presiden yg bisa menasehati agar pak Prabowo lebih punya empati, hingga mendahulukan bekerja berdasarkan prioritas dan akuntabilitas?