“Untuk bisa menghargai tempias hujan, kita perlu terpanggang matahari kemarau. Agar bisa menikmati bunga mawar, kita harus belajar menghadapi tanah gersang.” — @arman_dhani https://t.co/VZK40COLMH
Mengapa Rasulullah jarang sakit?
• Bangun sebelum Subuh
• Tidak makan berlebihan
• Menjaga kebersihan
• Tidak pernah marah
• Tidak memiliki rasa dengki
• Gemar berjalan kaki
• Selalu berpikir positif
• Mudah memaafkan.
@ tipsdietsehat
Penggunaan kata ganti "Kami" oleh Allah dalam Al-Qur'an seringkali menimbulkan pertanyaan dan kebingungan bagi banyak orang. Namun, dalam konteks bahasa Arab klasik, penggunaan kata ganti jamak untuk merujuk pada diri sendiri oleh seseorang yang berkedudukan tinggi, mulia, atau agung adalah suatu bentuk kehormatan dan kebesaran.
Dalam agama Islam, penggunaan kata ganti jamak "Kami" oleh Allah tidak dimaksudkan secara harfiah untuk menunjukkan pluralitas atau keberadaan lebih dari satu Tuhan. Sebaliknya, itu adalah bentuk dari keagungan, kekuasaan, dan kemuliaan Allah sebagai Tuhan yang Maha Esa.
Allah menggunakan kata ganti "Kami" sebagai bentuk kerendahan hati dan kebesaran-Nya dalam komunikasi dengan manusia. Ini juga menunjukkan bahwa Allah adalah Tuhan Yang Maha Kuasa dan Maha Besar, tanpa ada kesamaan atau keterbatasan dengan makhluk-Nya.
Jadi, penggunaan kata ganti "Kami" oleh Allah dalam Al-Qur'an bukanlah bertentangan dengan prinsip Tuhan yang Maha Esa, tetapi lebih merupakan penekanan atas keagungan, kekuasaan, dan kemuliaan-Nya sebagai satu-satunya Tuhan yang patut disembah.