@Moondayyy7@zaynbaba75@idextratime tetep offside, veiga ga ada kapabilitas buat ngontrol bola tersebut, kecuali dia tadi ada terlihat jelas berusaha ngontrol,
kan tadi veiga terlihat berusaha ngehindarin, jatuhnya deflaction(pantulan), jadi offside, soalnya bukan deliberate play(bukan yang sengaja memainkan bola)
@Andresmlyhp@20051020_@idextratime ngga sengaja itu, karena bola tetep mengarah ke si yang offside itu tadi kan, si veiga ga ada kapabilitas buat ngontrol, jadi kondisi tersebut ngga bisa gugurin offside
kecuali jika tadi veiga ada kelihatan ngontrol bola lewat sundulannya, maka bisa tidak offside
@jarcoustic@idextratime intinya menurut gue sih krossingan yang kena kepala veiga itu sebuah deflection karena bola terlalu cepat dan dia tidak sempat bereaksi dan si veiga ini tanpa benar benar ngontrol bola tersebut kan, jadi dianggap offside, juga dia ga ada niatan nyundul jadi dianggap pantulan aja
@20051020_@idextratime dari sini bisa diartikan si veiga tadi tidak melakukan penyelamatan yang disengaja, maka case tidak offside tersebut tidak bisa dipenuhi
@20051020_@idextratime Seorang pemain yang berada dalam posisi offside dan menerima bola dari lawan yang dengan sengaja memainkan bola tidak dianggap memperoleh keuntungan dari posisi offside tersebut, kecuali jika tindakan lawan tersebut merupakan penyelamatan yang disengaja (deliberate save)
@idextratime berdasar aturan FIFA law 11 - Offside, Kalau sundulan C hanya mengenai kepala (skim/deflection) karena bola terlalu cepat/tidak mengontrolnya → offside
Kalau C sengaja menyundul menguasai atau membuang bola,lalu hasil sundulannya justru jatuh ke B →no offside (deliberate play)
@idextratime@toshibatv_id ini moga aja gak kek belgia dulu tiba tiba kena kombek, tapi liat brazil mainnya kek tadi juga mikir bakal kek belgia pun masih ndak tau juga wkwk
@ohbitterwine Mungkin yang kita cari bukan lebih banyak aktivitas, tapi lebih banyak makna. Satu hobi yang benar-benar kita nikmati kadang lebih berharga daripada sepuluh kegiatan yang dijalani karena fomo. Jangan sampai eksplorasi diri berubah jadi perlombaan pencapaian baru