laki-laki gapernah bener2 dapet konsekuensi setimpal atas tingkah lakunya and i will stand by it forever. not when they’re a cheater, nor a liar, nor an abuser, nor a harasser, not for their incompetence, nor their inconsistency, not when their lack of emotional maturity
Beli kondom dijudge.
Kena ims/ktd dijudge.
Aborsi/pembuangan anak dijudge.
Masyarakat menuntut orang “bertanggung jawab”, tapi alat utk bertanggung jawab (sex edu, akses kontrasepsi, layanan kesehatan reproduksi) justru distigma.
Enggak usah di UI, aktivisme kita secara umum masih sangat abang-abangan kok. Ngecap kelompok sendiri progresif, tau-tau pelaku ks. Tau-tau queerphobic. Makanya jalan di tempat aja kita ini walaupun negara udah mau ancur.
basi sekali POV ini. kalau harus membayangkan perempuan adalah Ibu/saudara/anak (mesti ada fungsi/peran) baru bisa menghargai perempuan jelas ada yang salah sama otak laki-laki. kebodohan jangan dipelihara. perempuan adalah MANUSIA bukan objek, perlakukan berbasis kemanusiaan.
the bar is so low sampe lu ngerasa ngelecehin perempuan di private group chat adalah hal yang “masih mending”.
kalo manusia waras betulan, lu ga akan ngelakuin atau kepikiran hal itu on the first place 😹