Dari sekian banyak pidato, pidato kali ini bener bener nyesek
Rakyat yang bayar gaji kalian, dikritik malah dibales:
โEMANG GUE PIKIRINโ dan disambut tepuk tangan yang meriah
โkami mau melapor ke polisi, polisi punya dapur sppg, kami mau melapor ke TNI, TNI punya dapur sppg, kami mau melapor ke DPR, DPR pun punya dapur sppg. jadi ini jalan terakhir kami untuk mengadu, kepada konstitusilah kami berharapโ
โucap seorang guru, pendidik anak bangsa. ironi.
Dipilih oleh rakyat
Dibiayai dari pajak rakyat...
Tolong pak, rakyat tidak hanya anak-anak dgn MBG nya, ada yg berjuang mencari kerja setelah lulus kuliah, ada yg berhenti bekerja, bukan pensiun, tp perusahaannya collapse, akibat terpaan dolar dan tingginya biaya, nelayan ga melaut, Krn tingginya harga solar, petani terpuruk, Krn mahalnya pupuk, peternak bangkrut, biaya pakan melambung.
Sementara di sana ada yg dipercaya, tp malah bikin celaka, korupsi dan perkaya diri.
Purbaya: "Saya Tahu Alasan Rupiah Melemah, Bisa Perbaiki Dalam Semalam, tapi saya bukan bank sentral"
Ferry Latuhihin: "Purbaya mengincar posisi gubernur BI. Busuk lho ini orang"
Purbaya Ferry Latuhihin
- Polisi bisa ngisi jabatan sipil
- Rupiah otw 19.000 dolar
- IHSG loyo
- 19 juta lapangan kerja cuma wacana
- Kebutuhan hidup terus naik
- Gaji segitu-segitu aja
Sehat-sehat WNI โบ๏ธ
Btw kunjungan dia ke Roma "ditolak" karena gak ada petinggi negara yang mau nyambutnya karena kunjungannya terlalu dibuat2.
Dan bukannya balik ke Indo, belio malah nambah destinasi kunjungan nya ke Austria dan Hungaria.
Ibarat anak2, makin dilarang makin dia kerjakan. Makin dikritik tentang kunjungan luar negerinya, makin berlama2 dia di luar negeri ๐
Presiden kita ini benar benar tidak punya rem untuk tidak mengambur hamburkan uang negara. Coba istana jelaskan ke rakyat secara gamblang tentang hasil nyata dari tiap kunjungan yang dilakukan hampir tiap minggu melawat ke luar negeri? Berapa anggaran negara yg dihabiskan hanya untuk berpergian? Pantaskah itu dilakukan saat rupiah terpuruk terhadap dollar, harga saham merosot dan remuk di mata investor, serta banyak rakyat sedang kesulitan ekonomi karena harga harga kebutuhan yang makin mahal? Apa tidak ada orang di sekeliling presiden yg bisa menasehati agar pak Prabowo lebih punya empati, hingga mendahulukan bekerja berdasarkan prioritas dan akuntabilitas?