The Purebloods stood before the gathered Demigods, offering their first greetings to Arcanum Academy's newest inhabitants. Their arrival marked the official beginning of the evening's proceedings.
Para Purebloods berdiri di hadapan para Demigod yang telah berkumpul, memberikan sambutan pertama kepada para penghuni terbaru Arcanum Academy. Kedatangan mereka menandai dimulainya rangkaian kegiatan malam itu secara resmi.
Among them, Cal stepped forward and addressed the hall. He explained that life within Arcanum Academy required every Demigod to eventually find their place within one of the four Covenants.
Di antara mereka, Cal melangkah maju dan menyapa seluruh ruangan. Ia menjelaskan bahwa kehidupan di Arcanum Academy mengharuskan setiap Demigod untuk menemukan tempat mereka dalam salah satu dari empat Covenant.
A Covenant was more than a group to which a Demigod belonged. It would become a place where they could better understand themselves, develop their strengths, and refine the abilities they carried within.
Sebuah Covenant bukan sekadar kelompok tempat seorang Demigod berada. Covenant akan menjadi tempat bagi mereka untuk memahami diri sendiri, mengembangkan kekuatan, dan mengasah kemampuan yang mereka miliki.
However, before a Demigod could stand beneath the banner of a Covenant, they first had to discover where their true affinity belonged. Only then could they begin walking the path most suited to who they were.
Namun, sebelum seorang Demigod dapat berdiri di bawah lambang sebuah Covenant, mereka harus menemukan dimana affinity sejati mereka berada. Hanya setelah itu mereka dapat mulai berjalan di jalan yang paling sesuai dengan diri mereka.
For that reason, Cal introduced the Demigods to an ancient tradition of Arcanum Academy known as the Holy Three Rites, a series of sacred passages designed to guide every newly admitted Demigod.
Karena alasan tersebut, Cal memperkenalkan para Demigod pada sebuah tradisi kuno Arcanum Academy yang dikenal sebagai Holy Three Rites, serangkaian tahapan sakral yang dirancang untuk membimbing setiap Demigod baru.
The doors of Arcanum Academy's Grand Dining Hall stood open as the newly admitted Demigods gradually made their way inside. Excitement filled the room as they took in the unfamiliar surroundings of the Academy, now preparing to welcome its newest inhabitants.
Pintu Grand Dining Hall Arcanum Academy terbuka lebar saat para Demigod yang baru diterima perlahan memasuki ruangan. Antusiasme memenuhi suasana ketika mereka memperhatikan lingkungan Academy yang masih terasa asing, yang kini bersiap menyambut para penghuni barunya.
Upon entering the hall, the Demigods were welcomed by long dining tables prepared for the occasion. Each seat had been carefully arranged, with the name of every Demigod displayed on the table to indicate their designated place. A complete selection of dishes had also been prepared, allowing them to enjoy their first gathering within the Academy together.
Setibanya di dalam ruangan, para Demigod disambut oleh meja-meja makan panjang yang telah dipersiapkan untuk kesempatan tersebut. Setiap tempat duduk telah diatur dengan saksama, dengan nama masing-masing Demigod tertera di atas meja untuk menunjukkan tempat yang telah disediakan bagi mereka. Berbagai hidangan lengkap juga telah disiapkan, memungkinkan mereka menikmati pertemuan pertama mereka bersama di dalam Academy.
Beside each name card rested a small card containing a special instruction. Before their presence could officially be confirmed within the Academy's records, every Demigod was required to verify their identity through a small ritual involving a drop of their own blood.
Di samping setiap kartu nama terdapat sebuah kartu kecil yang berisi instruksi khusus. Sebelum kehadiran mereka dapat secara resmi dikonfirmasi dalam catatan Academy, setiap Demigod diwajibkan untuk memverifikasi identitas mereka melalui sebuah ritual kecil yang melibatkan setetes darah mereka sendiri.