Kalau Pak Prabowo, AHY dll sampai tidak menonton film #YowisBen yg banyak "Jancuk"-nya pdhl Mas Jokowi sudah nonton, bisa jadi suara #Jancukers tidak terpecah lagi tapi sudah akan bulat hanya ke Mas Jokowi
Setelah Presiden Jokowi berkenan memirsa film #YowisBen yg banyak "Jancuk"-nya dll, maka sungguh keterlaluan kalau nanti masih ada media massa yg mengedit kata "Jancuk". Bermental lama dgn cara mengedit "Jancuk" berarti sama saja dgn menantang revolusi mental Mas Jokowi. Tul?
Bila di zaman dahulu muslim disesatkan oleh para pembuat hadis palsu, maka MCA juga berbuat serupa: menyesatkan muslim dengan kebohongan
~ Dahulu Pemalsu Hadis, Sekarang Muslim Cyber Army https://t.co/QPBv48LAdY lewat @islamidotco
Yang namanya istimewa itu ya iatimewa, spesial. Jangan disamakan dgn yang lain. Karna dulu, Jogja melakukan sesuatu yang istimewa untuk bangsa ini. Disaat saat yang sangat dibutuhkan. Jadi jangan tanyakan lagi kenapa jogja berbeda. Karna #jogjaistimewa https://t.co/Pw1X5K9BMy
Politik hari ini : Kalau aku dekat ma kamu bahkan membelamu mati2an, bukan karena aku setuju kamu tapi krn gerombolan di belakangmu buaanyak dan mereka potensial kujadikan pemilihku. Pikiran2mu kelak akan merusak negara? Gpp! Yg penting dlm jangka pendek aku terpilih dan jd kaya
sudahlah pak, kemenangan bukan cuma milik prajurit yang tekan pelatuk, orang yang menggaris diatas peta perang adalah Pemenang Sesungguhnya. https://t.co/kX1ESe09NS
Sesuai nomor urutnya, kalau masuk PDI-P namaku jadi T3Jo, masuk PKB jadi te1o, masuk PPP jadi Te10, masuk Gerindra jadi Te2o, masuk Partai Berkarya jadi 7ejo ... Mana yg menurutmu paling ciamik Cuk?
Saat hal yg buruk terjadi dalam perjalanan (& perjuangan), kita bisa memilih untuk berhenti atau jalan terus. Sah saja seorang Sinta Nuriyah atau Novel Baswedan berhenti setelah alami ujian fisiknya. Tapi di situlah jati diri pejuang sejati akan tampak.