Kadang capek liat opini orang yang menurut gw bego. Tapi disisi lain gabisa nyalahin karna upbringing orang menentukan kualitas pikirannya.
At the same time udah gak ada energi buat mengkoreksi dan berdebat karna ya there no point in doing so.
Jadi ujung2nya menghela napas aja
Agree IF you’re young and affluent.
But yeah, it’s not gonna be anywhere close to Bangkok (which is not a bad thing).
Jakarta is a Muslim majority city. People can be pretty chill and secular day to day, but still it’s a Muslim majority city.
This will be a common tweet in the 2030s.
I'm sorry Jakartans for posting this, but its probably the world's most underrated megacity at this point.
The social scene in particular is amazing if you're young and affluent, so many opportunities and side hobbies to partake in.
Indo muslims are one of the most unique, yet confusing groups of people. Definitely not conservative, but I wouldn’t say progressive.
Their views may clash with conservative Muslims in the Middle East, yet they also don’t necessarily align with progressive people in the West 😂
Ngga sengaja nemu ini di Thread, dan.. topiknya ngena banget. Aku juga punya anak cowok, masih 2 tahun.. tapi aku dan mas pernah bahas masalah ini juga.
"Kalau anak kita nanti gay, gimana??"
Si mas, yang emang orang sini ngerasa pertanyaanku kaya aneh. Dia bilang, "Ya gak gimana-gimana. Kalau dia gay dan mau nikah sama pasangan cowoknya, ya udah. Yang penting dia bahagia dan sehat."
Aku diam, jujur aja ngga tahu harus bilang apa. Di Jerman, ini memang bukan masalah. Mau kamu gay, lesbi, atau aseksual sekalipun.. masyarakatnya open banget. Walikota München yang baru aja juga gay. Dan kota ini juga punya rainbow parade tiap tahun, ada pasar natal yang temanya gay.. pokoknya udah normal di sini.
Bagiku, mungkin itu terlalu open minded. Bagiku ini masih topik sensitif. Aku ngga peduli kalau orang lain. Asal mereka gak ganggu aku, silakan.. itu hidup mereka dan bukan urusanku.
Tapi pertanyaannya, gimana kalau anakku yang begitu??
Jujur.. aku tidak sanggup. Di titik ini, aku masih punya agama yang kupercaya dan kupegang kuat. Dan agamaku, pun kulturku dimana aku lahir dan dibesarkan.. membuatku melihat sisi lainnya.
Aku bilang sama si mas, "Aku bakal sedih banget. Tapi apa yang bisa kita lakukan selain ngerasa sedih?"
Dengan si mas, topik ini ngga akan bisa ketemu di jalur yang aku mau. Jadi aku cuma bisa berdoa, di setiap malamku ketika ngelus si pumpkin yang tidur, "Semoga Allah selalu melindungimu, nak."
if anyone’s ever interacted with any muslim child during ramadhan, you’ll find that their parents are trying to convince them NOT to fast, but the kids do half fasts out of their own choice. and may Allah reward them for their efforts.
SE asians aren’t affected with this gesture, only koreans, japanese, and chinese, please point this out too, there’s no “we” when it comes to defending yall next time ok, we dont want to be included, also… we dont have to pay for surgeries to feel confident, we’re born w it 😘
Selesai bouldering comp yang ada di otak cuman “gasabar ikut comp lagi bulan Feb, tapi biar maksimal apa gw ambil private coaching ya benerin teknik”
Bouldering > Karir 😭😭😭😭
Jujur mau ngepost something like this tapi takut diserang warga. Grateful for what she had contributed to our country but totally agree with this statement.
Fixxxxxx kalo udh kekumpul duit Rpxx (disensor ceritanya) gw akan pindah for good ke Bali. Gasabar meninggalkan Jakarta dan semua produk kapitalisme yang berlebihan #wow#pickme