Ketika dia bicara sudah selesai dengan masalalu tp tetap mempertahankan akses mereka untuk masuk. Dan ketika menghapusnya pun perlu paksaan dan keterpaksaan
dia sudah ada beberapa yg menawarkan hati lagi tapi dia belum bisa. Dulu juga sama saja. Pertanyaannya knp dia bisa tahu mereka menawarkan hati cuman karena didiemin aja, kalau wanita beneran jaga harusnya sudah ngga ada laki2 yg berani chat/masuk jika yg dilihat wanita mahal ?
Dia cuma takut bukan sadar, seperti responnya yg sudah2 ketika setiap kebohongannya 1/1 terbongkar. Tp km gak usah khawatir karena dia punya circle yg cukup buat selalu mendukung tindakannya tp bukan membenarkan. Itu yg selalu dia pilih & butuhkan. Bukan kebenaran tp pembenaran.
Kalau yang dipandang 1/3 akhir emang aku jahat disaat titik sabar udah km lewati. Tapi aku boleh nanya, apa yg perlu dimaafin dari diri penjahat ini ketika 2/3 awal ketika rasa masih full tanpa ada kekhawatiran dan ketidak percayaan yang sedikit demi sedikit kau buat ?.
Jadilah bebas seperti dahulu, cari apa yang membuatmu merasa senang, nyaman serta didukung. Jangan perdulikan orang lain, keluarga lain, anak anak orang lain. Karena aturan dan batasan hanya membuatmu tersiksa. Km adalah orang yang mandiri serta tidak egois dan bebas.
Mana pernah aku ribut karena km ngga bisa dikabarin sampai minta shareloc, mana pernah aku ngejelasin maksud tujuan dan batasanku sendiri berkali-kali, dan mana pernah aku maafin km apalagi nerima semua kekuranganmu mana pernah kan. Jadi iya, aku yang salah
Yapss aku yang salah. Aku yang ngga jelas dan aku juga tidak ngejaga komunikasi. Mana pernah sih aku peduli ketika km lagi down, mana pernah gw banggain km, mana pernah gw ngasih tau km arah yang bener, mana pernah gw khawatirin km walaupun saat km ngebohong,
Menurutku seorang yg disebut teman bukan siapa yang hanya menerima dan membuat kata manis seperti mendukung. Apa bedanya dengan para marketing yang hanya mementingkan mendapat keuntungan dalam hal tertentu dengan cara yang sama. Bagiku itu lebih seperti transaksional informal
Rasa hormat yang dibutuhkan pria dari pasangan bukanlah seperti pasangannya menjadi layaknya bawahan atau prajurit. Namun bagaimana cara pasanganya ini menjadi perempuan yang bernilai dan disegani oleh pria lain diluar sana.
Jangankan follow, caranya berpakaian yang hanya menarik mata mata keranjang, pola berfikir, kejujuran, batasan untuk menjaga harga dirinya sendiri keluarganya kelak dan orang disekitarnya. lupakah siapa yang mengajarkan ?.
Peri bahasanya seperti bagaimana sulitnya menjelaskan pada lalat bahwa bunga lebih bagus daripada sampah. Dan sekarang caranya berfikir pelan2 kembali seperti sebagaimana yang aslinya sebelum bertemu
Suatu bare minimum yg bahkan perlu diajarkan di awal kemudian dipermasalahkan di akhir ?. Bahkan yg sudah dimiliki orang lain pun dilewatinya batas dan disebut teman. Memang sulit merubah tabiat & kharakter yg sudah tertanam. Pola berfikir seperti itu yg menjadikan dirinya dahulu
makhluk hidup akan bersama dan berinteraksi pada satu lingkungan utamanya bukan hanya tentang jenis makanan atau tujuan tp lebih dari itu yang utama, habitat itu sendiri yang membuat mereka nyaman serta mendukung dengan kharakter atau sifat dan kebiasaan yang sudah terbentuk.
Kata zainuddin akan ada masa seseorang mengingat kesalahan kita walaupun satu namun lupa kesalahan dirinya padahal begitu banyaknya. Seluas luasnya lautan juga ada batasnya begitu juga kesabaran orang yang padahal batasan itu sudah kau katakan sedari awal.
Orang akan lupa bahwasannya yang telah merubahnya menjadi lebih baik seperti sekarang adalah kalimat ketegasan yang membuatnya menangis kemarin. Bukan kalimat manis yang membuatnya tersenyum.