@stargazerys Saranku buat LinkedIn ka, "jualan" profile diri disana. Seni bagusin description keahlian, tonjolin keunggulan. Klo butuh referensi penulisan bisa dibantu Gemini. Klo beruntung bisa di reach out headhunter. Selain itu akan banyak info loker disana, yg sesuai dengan profile kita.
@pistaciyou Lanjut ka.. kecuali orang tua nya related dengan terms "bekerja" maka bisa diskusi. Klo cuma analisa sreg/kurang restu, tinggal dijelaskan "why" nya kita dirasa bisa consider ambil kerjaan tsb.
based on my experience
Orang yg menghindari bersosialisasi, lebih seringnya ga bisa seru diajak ngobrol. Ga bisa basa-basi. Ga tau cara berbicara yg lebih proper sama orang baru. Sementara butuh skill dan jam terbang banyak, untuk terus bisa belajar ngobrol/bisa cair sama orang.
semakin kita tua jangan semakin menarik diri dari bersosialisasi. Alasan standar, ga suka ngumpul krn takut negatif, pdhl di sisi lain ngumpul itu positifnya juga lebih banyak.
Aku warga Tokyo, tapi udah mepet Saitama. Lingkungan sekitar jauh dari hingar bingar, tapi fasum tetep ala Tokyo alias serba ada. Supermarket 24 jam? Ada. Taman besar? Ada. Semua bisa dijangkau dengan jalan kaki.
Kalau lagi pengin jadi anak kota, ke Shinjuku cuma setengah jam.
I could be excited, high, and very happy. But when tomorrow comes, I never know. I could be very upset, sensitive, and annoyed. Yep, I realize it's my hormones.
Alias, dalang-nya itu mau "dapet" aja.