Tak semua perpisahan itu karena pilihan.
Ada yang terjadi karena takdir tak lagi memberi ruang.
Bukan karena hati tak ingin bertahan, tapi semesta memisahkan dengan alasan yang
tak bisa ditentang.
Hingga akhirnya,
kita dipaksa sadar bahwa sedari
awal kita tidak pernah benar-benar
memiliki, kita hanya diberi waktu yang singkat untuk saling meminjam hati.
Dan di titik itulah, merelakan bukan lagi tentang siapa yang menyerah, melainkan
tentang menghormati garis takdir
yang sudah tak lagi memberi celah
untuk kita melangkah searah.
Aku pernah percaya bahwa cinta
hanya akan berakhir jadi luka.
Sampai akhirnya kamu datang memeluk hati yang hampir menyerah,
dan membuatku jatuh cinta
dengan cara paling sederhana,
"diterima apa adanya."
Sekarang aku mengerti,
mengapa semesta membuatku
patah berkali-kali, karena setelah itu,
aku akan menemukan kamu
sebagai cinta terakhirku.
cie cie... 🤗🤗😍
Bagiku, cinta bukan tentang siapa yang paling benar.
Cinta adalah tentang bagaimana dua orang saling
menggenggam ketika dunia sedang tidak baik-baik saja.
Lalu kamu hadir.
Kamu adalah perempuan yang berbeda dari yang
pernah aku kenal. Kamu kuat, mandiri, berani mengambil
keputusan, dan selalu menggunakan logika dalam setiap
langkahmu. Kamu tahu apa yang kamu inginkan dan tahu
bagaimana memperjuangkannya.
Sementara aku....
Aku adalah laki-laki yang masih percaya bahwa tidak
semua hal harus dihitung dengan logika. Ada kalanya hati
perlu didengarkan. Ada kalanya perasaan membutuhkan
ruang untuk berbicara.
yapz...
agree..
Dulu aku sering bertanya;
"Kapan? Kenapa belum? Kenapa bukan aku?"
Tapi sekarang aku mengerti satu hal sederhana.
Apa pun yang telah menjadi takdirku, akan datang kepadaku.
Bukan karena aku malas berusaha,
tapi karena aku lelah memaksakan apa yang belum waktunya.
Bukan karena aku tidak peduli,
tapi karena aku mulai percaya bahwa semesta punya cara sendiri untuk mempertemukan aku dengan apa yang pantas aku terima.
Hari ini aku memilih pasrah yang tenang, bukan pasrah yang putus asa.
Aku akan terus melangkah, tapi tanpa beban harus sampai di waktu yang aku paksakan.
Biarlah takdir yang menjemput.
Aku hanya akan tersenyum saat waktunya tiba....
#akur....
Jika waktunya sudah tiba, entah itu dalam keadaan siap atau tidak siap.
Penting buat kita harus bisa yang
namanya merelakan, melepaskan dan mengikhlaskan apa yang bukan milik kita.
Aku sudah pernah bilang apa yang menyakitiku.
Aku jelaskan semuanya, dengan harapan kamu mengerti...
Tapi kamu justru melakukannya dengan sangat sempurna..
Seolah perasaanku tak pernah berarti..
Bukan sekali, tapi berulang..
Dan yang paling menyakitkan, Kamu tahu, tapi tetap memilih melakukannya..
Di titik itu aku sadar..
Ini bukan tentang aku yang terlalu sensitif..
Tapi tentang kamu yang terlalu abai..