jujur lost sparknya lagi kerasa kenceng bgt deh akhir akhir ini. berasa males ngejar apa pun, males berekspektasi apa pun, males berharap ke siapa pun. menjalani hari juga karna emang masih bernapas aja. gada target, gada impian, cuma jadi orang yang survive hari demi hari aja
aku izin meluruskan sedikit yaa kak, tolong koreksi kalau ada salah juga yaa ❤️
i agree bahwa perempuan tidak punya kewajiban untuk merasa senang ketika menerima perhatian yang tidak diinginkan. tapi, perhatian yang tidak diinginkan gak otomatis termasuk pelecehan seksual, karena tetap harus dilihat konteks dan perilakunya.
catcalling memang gak harus eksplisit, tapi menganggap semua perhatian yang tidak diinginkan sebagai pelecehan seksual juga kurang tepat. perasaan korban perlu didengarkan, tetapi ketidaknyamanan saja gak otomatis menentukan apakah suatu tindakan termasuk pelecehan seksual.
membela korban bukan berarti kita harus menganggap setiap tuduhan pasti benar. kakak di video berhak merasa gak nyaman dan gak wajib menyapa balik, tetapi langsung nge-frame kejadian itu sebagai kekerasan seksual juga perlu didukung konteks yang memadai. kalau tidakk, akan ada risiko kalo istilah kekerasan seksual itu sendiri digunakan secara tidak tepat dan justru mengaburkan pemahaman masyarakat tentang pelecehan seksual yang sebenarnya 😔
”nghh pelanin dikit dong pa, memek aku enak bgt ya sampe papa serakus ini?“ jari panjang papa terus ngisi lubang kawin aku ditambah jilatan dan isapan kenceng di klitoris yg bikin makin bengkak ♡ <3
”fuck it feels like i'm gonna squirt pls don't stop 🥺“
semenjak nama pe-juju naik, sadar nggak sih kalau dia tuh sering banget nunjukin sikap power abusive? tiap ada sesuatu yang nggak sesuai sama standar dia, kayak nggak segan buat ngejatuhin usaha orang lain, bahkan warung kecil sekalipun 😭
inget nggak momen dia komplain gara-gara kuah dikenain biaya 4.500? udah nyolot, bikin konten yang kesannya menjatuhkan warung itu, padahal di nota jelas tertulis 0 dan ternyata dia sendiri yang salah baca. udah tahu dirinya salah, tapi bukannya minta maaf atau take down videonya, malah denial. giliran usaha kecil yang kena dampaknya, tanggung jawabnya mana?