.𖤣𖥧 𝗖𝗼𝗺𝗺𝗶𝘀𝘀𝗶𝗼𝗻𝘀 𝗮𝗿𝗲 𝗻𝗼𝘄 𝗢𝗣𝗘𝗡!!𖥧𖤣.
─♡ & RT are are appreciated!─
I'm open commission for local and international!
Limited slots available, feel free to ask, just DM and mention me after dm^^
─Please check more info on reply below⬇️
#commissionsheet
selemah-lemahnya perlawanan adalah melawan dalam pikiran, tidak membenarkan ketimpangan, ketidakadilan, sistem yg eksploitatif, selalu merasa ada yg salah ketika teman ada yg tidak makan, ada yg tidak merasa aman pulang, ada yg hak-hak hidupnya dirampas. karena pada akhirnya cuma kita yg kita punya.
1. menyapa dedaunan dan kucing setiap pagi
2. belum pernah ke aquarium atau amusement park ahahaa (maybe someday)
3. ada satu folder di galeri isinya foto daun wkwk
4. sering kalo bales chat diketik di notes dulu baru paste ke di roomcbat
5. takut sama spanduk, spanduk serem
Walau dunia saat ini gonjang ganjing, jangan pernah menyerah berkarya ya artist! Don't forget to take care of yourself, semoga hari esok akan lebih baik ❤️
ada ga si server discord atau apakek yg isinya artist/fanartist yang membernya online 25jam sehari gitu?
kadang aku pengen nanya sesuatu atau minta pendapat orang lain soal komis di jam jam aneh 🙁
Sejujurnya gue gak tau ini tulisan akan mengarah ke mana, hanya pikiran random jam 2 pagi setelah melihat demo seharian tadi. If you have time silakan baca or feel free to skip.
Gue tumbuh besar di lingkungan yang sekitarnya penuh dengan kemiskinan. Gue sendiri berasal dari keluar yang biasa-biasa saja, mungkin hanya sedikit lebih beruntung dari yang lain.
Orang-orang hidup dengan serba kekurangan. Boro-boro punya tabungan atau rencana masa depan, besok pun belum tau gimana caranya dapetin makan. Segala macam cara dilakukan untuk bisa dapat uang tambahan.
Dulu kalo pagi suka ada tetangga nenek-nenek, namanya Romlah, sering datang ke rumah bawa jualan kayak jajanan kue atau gorengan, kalo siang ke sore dia lanjut pergi ke sawah. Beliau rajin banget, tapi anak-anaknya pun tetap harus putus sekolah.
Ada juga ibu-ibu tetangga yang buka jasa cuci baju, namanya Bu Sop. Orang di kampung gak punya mesin cuci jadi nyucinya masih dikucek sendiri manual. Beliau meninggal dunia karena penyakit kronis dan tidak punya biaya untuk rutin berobat.
Pengangguran ada banyak, yang putus sekolah banyak, yang sampai ke perguruan tinggi cuma sedikit sekali. Semuanya terhambat masalah ekonomi. Semuanya terjebak dalam kemiskinan struktural.
Yang hidupnya nyaman dan berkecukupan bisa dihitung jari. Gue termasuk yang berkecukupan, tapi tetap ga bisa seenak jidat minta macem-macem ke orang tua. Kalo pengen sesuatu biasanya harus nabung uang jajan sekolah dan beli sendiri.
Gue udah gak tinggal di lingkungan tersebut, tapi sampe sekarang gue selalu ingat betapa susahnya kehidupan orang-orang di sekitar gue dulu.
Sekeras apapun mereka berusaha dan bekerja mereka gak akan bisa keluar dari kemiskinan tersebut. Entah karena keterbatasan ilmu, kemampuan, atau akses ke informasi dan kesempatan.
Mereka gak punya kemampuan untuk mengubah nasib atau memperbaiki kehidupan. Mereka gak tau musti ngapain. Mereka cuma bisa pasrah. Mereka gak peduli siapa yang jadi pemimpin karena buat mereka, siapapun pemimpinnya toh hidup mereka ya begitu-begitu aja.
Di setiap masa pemilu, siapa yang bisa ngasih imbalan itulah yang akan dipilih. Mereka gak punya pilihan lain selain menerima.
Mereka adalah golongan yang rentan dimanipulasi dan dimanfaatkan.
Memang zaman sekarang orang sudah punya smartphone bahkan di daerah. Tapi teknologi tersebut tidak seimbang dengan kemampuan memilah informasi dan berpikir kritis. Belum lagi banyaknya media yang dikontrol, disensor, dan buzzer di mana-mana.
Kita, yang punya akses ke pendidikan yang lebih baik, yang mampu berpikir kritis, yang mengerti apa yang sedang terjadi di atas sana, yang bisa melihat kebohongan dan tipu muslihat, adalah wakil mereka.
Suara kita adalah suara mereka.
Perjalanan mungkin masih panjang, kita mungkin masih butuh banyak belajar, tapi gapapa pelan-pelan aja. Gue tau sangat mudah untuk merasa frustrasi dan putus asa di situasi seperti ini, tapi kita gak bisa buang harapan.
Bareng-bareng yok.
----------
Even if I have to die, I will use the only voice I have to make some noise.
COMMISSION OPEN 🎉✨
If you're interested or would like more information, feel free to DM me on Instagram! 💌
⚠️ Please note:
I will prioritize people who contacted me and expressed interest in commissioning me before.
#artcommission#Commisson#artist#portfolio