ada satu SMA di Jawa Tengah yang semakin tahun muridnya semakin sedikit. Penyebabnya? Gatau. Mungkin salah satu faktornya bisa aja dengan banyaknya peraturan tak masuk akal, sehingga alumni maupun murid yang sudah bersekolah disitu merasa "najis" untuk mempromosikan sekolahnya.
made chances, hit the crossbar twice, all-out attack against an 87-ranked, controlled the whole game, and conceded by a pen. Something has to be proud of, Garuda.
some versatile, fluid, and structured pressing also from the Herdman's boys. Beautiful.
#TimnasDay
beberapa jam yang lalu saya melintas didepan gedung Dewan Perwakilan Rakyat yang gerbangnya tertutup. oke lah untuk alasan keamanan, tapi kenapa harus ditutup? dan kenapa harus dengan beton yang berat? takut digeruduk warga kah saking banyaknya kesalahan yang anda lakukan?
FEAR MONGERING YOU SAID? LET ME LAY OUT TO YOU WHAT HAPPENED DURING THESE PAST ALMOST 2 YEARS:
1. Agustus 2024. Demo tolak pembangkangan putusan MK soal UU Pilkada. 254 luka, 380 ditangkap. Aparat juga serang demonstran lewat akun medsos pribadi.
2. Agustus 2024. Kaca mobil Hussein Abri Yusuf Muda Dongoran, jurnalis Tempo dan host Bocor Alus Politik, dipecahkan orang tak dikenal.
3. Maret 2025. Demo tolak revisi UU TNI. Polisi gunakan pentungan, gas air mata, meriam air. Jurnalis diserang dan dipaksa hapus rekaman.
4. Maret 2025. Francisca Christy Rosana, jurnalis Tempo dan host Bocor Alus Politik, dikirim kepala babi dengan telinga terpotong. Dua hari kemudian, enam bangkai tikus dilempar ke kantor. Lalu di-doksing di Instagram dengan ancaman “sampai mampus kantor kalian.”
5. Mei 2025. Aksi Hari Buruh. 14 ditangkap termasuk paramedis. 13 dipukuli sampai luka serius. Korban yang melapor kemudian mengalami 17 kali intimidasi dan penguntitan dalam satu bulan. Tidak satu pun pelaku kekerasan aparat diproses hukum.
6. Agustus 2025. Demo tolak kenaikan tunjangan DPR. Affan Kurniawan, pengemudi ojol, tewas dilindas kendaraan taktis Brimob. 5.444 ditangkap. 997 ditetapkan tersangka.
7. Setelah aksi reda, negara masuk ke ruang digital. Delpedro Marhaen, Muzaffar Salim, Khariq Anhar, Syahdan Husein, Laras Faizati Khairunnisa. Semua dijerat pasal pidana karena konten daring. SAFEnet catat 299 insiden keamanan digital dalam satu triwulan.
8. Desember 2025. DJ Donny mengkritik penanganan bencana Sumatera. Diteror lewat pesan digital, lalu bangkai ayam dikirim ke rumah dengan surat ancaman. Dua hari kemudian, bom molotov dilempar ke rumahnya.
9. Desember 2025. Iqbal Damanik (Greenpeace) diserang di kolom komentar medsos, lalu bangkai ayam dikirim ke rumah. Sherly Annavita diteror lewat pesan, lalu mobilnya divandal. Yama Carlos terima pesan WhatsApp: “Segera hapus konten TikTokmu.”
10. Maret 2026. Andrie Yunus, Wakil Koordinator KontraS, disiram air keras setelah rekam podcast soal UU TNI. Luka bakar 24% tubuh. Tiga hari sebelumnya sudah diteror lewat panggilan nomor tak dikenal. Empat prajurit BAIS TNI ditetapkan tersangka.
Ini baru sebagian yg bs saya sebut. Dan ini baru JAKARTA.
Dude, just because we can tweet does not mean we are okay. We might be okay, but those people who fight for us so that we can tweet like you said, they're not okay. So let's go out from our bubble. We're the privileged ones.
Jika keempat pelaku disidang secara militer dan tidak bisa disaksikan langsung oleh masyarakat, tidak ada transparansi, kejelasan, serta kepastian, lantas bagaimana kami dapat percaya?
Sedih bgt siang ini.
Anak muda dikriminalisasi. Anak muda disiram air keras.
Ga ada satupun dr mereka yg pegang senjata. Semua modalnya suara dan partisipasi.
Makin hari tanda-tanda mau menindasnya semakin ditunjukin.