DNA sepak bola Spanyol dari level akademi itu kental banget sama visi, passing, dan kontrol ruang. Makanya gelandang elegan gak pernah habis
Sisi minusnya, mereka jarang nemu striker nomor 9 murni yang tajam di kotak penalti. Spanyol lebih sering melahirkan penyerang tipe space-creator atau malah maksain false nine
Faktor apa yang membuat Spanyol kekurangan sosok striker buas?
#celahawan 🕊
Ada cerita yang hanya hidup di dalam hati
Bukan karena kamu ingin menyembunyikannya, tetapi karena tidak semua pengalaman mudah diterjemahkan menjadi kata-kata
Jika ingin mengetahui sifat asli seorang pria, ajaklah ia berdiskusi tentang politik, agama, dan wanita. Bukan karena ketiga hal itu selalu melahirkan perdebatan, melainkan karena di sanalah seseorang sering kali memperlihatkan isi kepalanya sekaligus isi hatinya.
Politik mengungkap bagaimana ia memandang kekuasaan, keadilan, dan perbedaan. Apakah ia mampu menghormati pandangan yang tidak sejalan, atau justru merasa hanya dirinya yang paling benar. Agama memperlihatkan hubungan antara keyakinan dan kerendahan hati. Orang yang benar-benar memahami nilai spiritual biasanya lebih tenang dalam berbicara, lebih bijak dalam menyikapi perbedaan, dan tidak mudah menjadikan keimanan sebagai alat untuk merendahkan orang lain.
Sementara itu, cara seorang pria berbicara tentang wanita sering kali mencerminkan kualitas karakternya. Dari kata-katanya terlihat apakah ia memandang wanita sebagai manusia yang layak dihormati, atau sekadar objek yang dinilai berdasarkan kepentingannya sendiri. Rasa hormat selalu lahir dari kedewasaan, bukan dari kepura-puraan.
Namun, ukuran kedewasaan bukanlah seberapa keras seseorang mempertahankan pendapatnya, melainkan seberapa lapang ia menerima kenyataan bahwa dirinya pun bisa keliru. Sebab karakter sejati tidak tampak ketika seseorang berbicara kepada orang yang sepakat dengannya, tetapi ketika ia berhadapan dengan perbedaan tanpa kehilangan akhlak dan kebijaksanaan.
Karier Cristiano Ronaldo mungkin adalah kisah tentang timing yang tak pernah sempurna.
Saat CR7 berada di puncak performanya, Portugal sebenarnya memiliki tim yang rela berjuang dan berkorban untuknya. Ada Pepe, Ricardo Quaresma, Raul Meireles, Bruno Alves, dan pemain-pemain lain yang menjadi tulang punggung generasi tersebut. Namun, kualitas kolektif mereka masih belum cukup untuk mengungguli kekuatan-kekuatan besar yang juga sedang berada di masa emasnya seperti Spanyol, Jerman, dan Prancis. Puncak generasi itu akhirnya melahirkan gelar Euro 2016, pencapaian terbesar dalam sejarah sepak bola Portugal saat itu.
Kini situasinya berbalik. Portugal memiliki salah satu skuad paling lengkap dan bertalenta dalam sejarah mereka, dengan kualitas yang mampu bersaing melawan siapa pun. Namun, Cristiano Ronaldo sudah tidak lagi berada di level yang sama seperti satu dekade lalu. Ditambah lagi, Portugal belum benar-benar menemukan pelatih yang mampu menyatukan semua potensi tersebut menjadi tim yang benar-benar maksimal.
Begitulah sepak bola. Ini bukan olahraga yang bisa dimenangkan oleh satu orang, sehebat apa pun dirinya. Dibutuhkan kualitas kolektif, pelatih yang tepat, momentum, dan sedikit keberuntungan.
Mungkin inilah ironi terbesar dalam karier Cristiano Ronaldo. Ketika ia berada di puncak, timnya belum cukup kuat. Ketika timnya akhirnya cukup kuat, ia tak lagi berada di puncak. Dan dalam sepak bola, takdir sering kali ditentukan oleh waktu yang tak pernah mau menunggu.
Iran (Parsia) ini sejak 2300 thn lalu memang dikenal punya peradaban sains yg ngeri.
Istilah algoritma yg sekarang mendunia diambil dari nama penemunya : Al-Khwarizmi dari Iran pd thn 800.
Ibnu Sina bapak kedokkteran yg lejen itu juga orang Iran.
Al Biruni yg menemukan ilmu astronomi pd thn 900 dari Iran juga.
Saat Islam raih golden age pada era Abbasiyah di thn 750, semua teknokrat dan Menkeu diambil dari orang2 Iran.
Teknokrat Iran itu dianggap sbg biang keladi kenapa Abbasiyah jadi superpower dunia di thn 800an.
Yang unik, di era abbasiyah, para peneliti utama Baitul Hikmah (harvard di era abbasiyah) adalah orang Yahudi.
Raja Abbasiyah yg muslim suka sekali dg kinerja para ilmuwan Yahudi tsb, dan dijadikan pegawai andalan kerajaan. Gajinya tinggi. Makanya ilmuwan Yahudi di era 800an sangat happy kerja di negara abbasiyah islam.
Jadi Abbasiyah maju sekali krn kolaborasi teknokrat Iran x ilmuwan Yahudi.
Orang2 Iran dan Yahudi di jaman abbasiyah sangat akrab. Dekat sekali relasinya. Masjid dan sinagog Yahudi berdampingan di kota Bahgdad (episentrum dunia yg amat indah di tahun 800an).
Asli. Kalau baca buku2 sejarah era 800an, saat Golden Era Abbasiyah, kita terpana dg kolaborasi indah Iran Persia x Arab dan Yahudi. Mrka amat kompak majukan peradaban dunia.
Kenapa kolab indah di tahun 800an itu gak bisa diulang?
Orang Yahudi, Arab dan Iran jaman now gak pada mau baca sejarah lama mereka.
Jejak sejarah lama era abbasiyah itu jarang dibaca saat ini sama warga yahudi, arab dan iran. Atau mrka sengaja melupakannya.
jika hal-hal sederhana saja mampu untuk membuatmu bahagia, maka tidak perlu berharap banyak dari kehidupan untuk membuatmu tersenyum.
cukup mensyukuri atas momen yang dimiliki, karena mungkin saja... tidak akan terulang lagi.
Kopi Arabika vs Kopi Robusta
1. Kafein Robusta 2x lipat
2. Arabika lebih asam tp ada manisnya, Robusta cenderung rasa pait
3. Arabika lebih lembut dan kaya aroma bunga2an dan buah2an, Robusta lebih strong
4. Arabika bentuknya lonjong sedang Robusta lebih bulat
5. Arabika baiknya ditanam di ketinggian 1000-1800Mdpl sedangkan Robusta di 500-900Mdpl
Kurangi nasi putih...
Lama² akan terbiasa
Aku dulu apa² harus nasi putih
Sekarang Alhamdulillah...
Kadang pake nasi pecel
Kadang pake nasi padang
Kadang pake nasi uduk
Gimana selera kita aja....
#celahawan 🕊
Kadang doa tak selalu berbentuk kata
la hadir sebagai tarikan napas yang panjang, sebagai air mata yang jatuh perlahan saat hati sudah terlalu penuh untuk menjelaskan apa pun
Menikmati sekumpulan kopi yang katanya:
"Raga sudah menua, tapi lukanya masih terasa,
Bahkan hingga rambut memutih namun lukanya pun tak kunjung pulih."
_Ketika para suhu selingkuh dengan waktu....
كلوا جميعًا ولا تفرقوا، فإن البركة مع الجماعة.
“Makanlah secara bersama-sama, dan janganlah berpisah-pisah, karena sesungguhnya keberkahan itu disertai dengan bersama-sama.”
_Mukratul Ahadist Hal. 113 (892)