2 tahun lalu, pas gue masih tinggal di Bandung dan banyak handle perkara lawan mafia tanah :
• mobil gue pernah kena pasang tracker; dan
• pernah udah jam 12 malem saking capeknya mau balik ke Dago, akhirnya gue berhenti dulu rebahan di mobil di deket Eiger Cihampelas (wargi Bandung pasti tau kalo ini jalan one way), posisinya jalanan kosong gelap, tbtb ada 2 orang boncengan naik motor lawan arah gak pake plat nomor + pake buff gelap, terus ngefoto mobil gue pake flash 2x, abis itu tergesa-gesa gaspol cabut
gue paham buat sebagian orang (itupun kalo bukan buzzer sih ya) pasti nganggep hal-hal kayak gini cuma drama settingan, tapi nyatanya gue pun ngalamin sendiri kejadian aneh kayak gini
keep waras keep hati-hati aja deh
#intinyadeh pencegatan massa aksi dr UI yg mau ke lokasi demo di Bundaran HI.
Bus dicegat, jalan diblok. Padahal mahasiswa jg rencana solat jumat dulu di Dukuh Atas.
Alasan: krn Bundaran HI pusat kegiatan masyarakat. Disuruh ke DPR nanti diusahakan ada perwakilan DPR yg nemuin.
#intinyadeh dosen Universitas Atma Jaya Yogyakarta dipecat abis lapor dugaan publikasi jurnal predator ke Kemendiktisaintek, libatkan belasan dosen, pejabat kampus, guru besar.
Sempet dipanggil Rektorat, dibilang rusak nama baik kampus, alih2 dilindungi sbg whistleblower.
(1/2)
patut dicurigai permainannya:
pertama, stok batubara masih sangat melimpah, tapi stoknya sengaja diekspor ke luar negri.
kedua, hasil ekspor batubara mendatangkan banyak dollar ke dalam negri, akhirnya rupiah mulai menguat.
ketiga, pemerintah jadi pahlawan karena bisa mengatasi lemahnya rupiah.
kesimpulan, rakyat tetaplah jadi korban blackout, industri rumahan terganggu, dan ekonomi macet.
mafia tambang menang, yang kalah seluruh rakyat indonesia, dan embege akan masih jalan.
Problem: overpopulated Javanese are turning communist because there's no food
Solution:
1. Kill ALL the communists
2. Birth control
3. Ship 20 million Javanese to colonize new lands
4. Increase food production with Green Revolution
...You know, this is a pretty insane ideology
ini gara2 dollar naik, lalu batubara diekspor gila2an ke luar negeri kan? Makanya cadangan lokal habis.
Pertamax naik -> pertalite nanti dibuat langka -> intinya pemerintah dan oligarki ga pernah peduli ke rakyat.
Guys, ini keren banget.
Akhirnya kita bisa menyaksikan langsung di medsos, kemarahan rakyat kecil terhadap MBG.
Selama ini kita hanya mengetahuinya dari intelektual dan kelas menengah..
Jarang sekali rakyat kecil bersuara terang-lantang di depan media. Mana pakai bahasa aktivis pergerakan lagi. Menentang keras MBG dan bahkan menghujat SPPG.
Ini mematahkan argumen bahwa rakyat kecil sepenuhnya diuntungkan oleh MBG.
Sebagaimana yang disebut-sebut oleh buzzer.
Yang dukung palingan pekerja SPPG doang.
Bener kata bang Pandji. Orang ini dari kecil hidup dari keluarga kaya yg membuat tidak ada org yg berani mendebat dia, semua keinginannya pasti dituruti. Saudara, ART, dan temannya pasti mengiyakan dia. Mungkin cuma orang tuanya yg bisa bilang 'tidak' ke dia (itupun kalo orang tuanya tegas).
Ditambah dia masuk militer yg emg sistemnya 'siap ndan'. Semua hal dilakukan atas perintah atasan, bukan hasil duduk bareng dan saling challenge pendapat seperti di lingkungan kampus.
Udah gitu jadi ketua partai pula. Tau sendiri partai di Indonesia itu fanboy club. Ngga ada ideologi tapi semua arah partainya ditentukan tokoh partai tersebut. Hampir semua bawahannya pasti ABS.
So, selama dia hidup ngga biasa dgn kritikan. Karena dia biasa diiyain segala keinginannya. Sampai pada titik dia jadi presiden. Yg mana presiden adalah jabatan publik. Banyak org yg mengawasi dan mengkritik.
Alhasil pas jadi presiden ya begini. Kaget kalo ternyata dia bisa dikritik orang banyak dan dihajar kanan kiri. Jadi lgsg cap yg kritis itu nyinyir, antek asing, musuh negara, dll.
Baca tarot bakalan banyak cowok sukses dan kaya yang deketin tapi in tje end gw akan selalu milih sendirian.
Pas baca grand tableu baru tau kenapa, love life gw ini emang agak nyesek. Jadi bertanya tanya apakah ini worth it untuk dijalani. Wkwkwk
Stand Alone itu dua level di bawah posisi Indonesia sekarang, dan untuk sampai ke sana butuh sesuatu yang jauh lebih serius dari masalah free float.
Rusia kena sanksi perang, Nigeria kehabisan devisa, Lebanon sistemnya kolaps.
Indonesia masalahnya lebih spesifik: kepemilikan saham beberapa emiten besar terlalu terkonsentrasi sampai MSCI kesulitan menghitung free float yang valid.
Itu masalah tata kelola pasar modal, bukan krisis ekonomi. Dan per Mei 2026, MSCI sendiri udah bilang risiko turun ke Frontier pun secara taktis udah lewat.
Rumor Stand Alone ini melompat terlalu jauh dari faktanya.
🇳🇱 Outrage in the Netherlands after footage appeared to show a police officer forcefully throwing a pregnant woman to the ground during an arrest, raising questions about the use of force.
Abaikan hiasan dinding kantor seskab.
Fokus ke caption tweet kemensos. it's very concerning.
Menteri ngucapin terima kasih ke Seskab (eselon 2) krn meluangkan waktu untuk menerima laporan perkembangan pekerjaan.
Menteri lapornya ke Presiden lah. Seskab mah sekretaris biasa.
Ini seskab jadinya selevel wapres bahkan lebih.
Berapa banyak missing information selama ini yg terjadi karena menteri di-gatekeep ga bisa lapor langsung ke presiden?
Prabowo dan anak buahnya saking pinternya telah menyerahkan Data Digital terkait aktivitas-aktivitas kita para warga negara ke perusahaan perusahaan platform global Amerika Serikat yang kita gunakan lewat kesepakatan ART (Agreement on Reciprocal Trade). Hal ini belum banyak yang protes karena kebanyakan rakyat tidak paham.
Tapi sikap “bocor-bocornya Presiden Prabowo ke Asing ternyata juga bermasalah di berbagai aspek kehidupan yang lain. Presiden yang nampak pintar dan sering menuding rakyat yang kritis sebagai “Antek Asing” itu ternyata jiwa “bocornya” ke Asing justru nampak ada disana sini.
Pulang dari lawatan bukannya Indonesia makin kuat kedudukanya dan laku produk produknya, tapi tiap pulang justru komitmen jadi pasar negara asing. Terus Yang Antek Asing itu aslinya siapa sih? Ini salah satu catatan permasalahannya :
Dari kecil tiap dgr ceramah romantisasi kemiskinan tu selalu ngasih contoh kehidupan rasulullah. Pdhl rasulullah lebih dikenal karna kesederhanaannya, bkn karna kemiskinan. Gw baru paham klo doktrin itu ga bener pas udah gede. Nyatanya miskin dan sederhana itu dua hal yg berbeda.