Imam syafii berkata,
Hiasan pada diri seseorang itu hanya ada 3,
1. menyembunyikan kefakiran, hingga orang mengira dia kaya
2. Menyembunyikan kemarahan, hingga orang mengira ia ridha
3. Menyembunyikan kesulitan, hingga orang mengira ia dalam kemudahan.
menurutku boundaries dalam a relationship bukan tentang melarang pasangan buat interact sama orang lain.
“we can’t control who comes, who’s interested, or who tries to get closer”.
yg bisa kita lihat adalah “how our partner chooses to respond to it”.
sebab buat aku, rasa aman bukan datang dari, ngga ada yang mendekati dia, tapi dari knowing that when someone does, they know their boundaries.
dan tahu mana yang masih okay, mana yang starts crossing the line, dan kapan harus take a step back.
Ternyata pacaran tuh bisa ngubah cara kita ngelihat diri sendiri.
Kita mikirnya sebuah hubungan itu cuma proses ngenalin orang lain. Padahal, pelan-pelan kita juga lagi "nyerap" sebagian dari diri mereka ke dalam diri kita.
Mulai dari cara mikirnya, selera musiknya, kebiasaannya, sampai cara mereka ngelihat dunia.
Kayaknya ini deh alasan kenapa orang tertentu bisa terasa menarik banget.
Bukan karena sifatnya yang kita suka, kita tertarik karena dia bawa sesuatu yang belum pernah kita punya.
Dunia baru, sudut pandang baru, pengalaman yang beda. Dekat sama dia bikin dunia kita rasanya jadi ikut lebih luas.
Tumbuh bareng pasangan bukan berarti kita harus berubah jadi mirip dia. Kalau di psikologi ada yang namanya Self Expansion Theory di mana kita ngambil hal-hal baru dari pasangan buat memperkaya diri.
Masalahnya baru muncul kalau kita terlalu banyak kompromi dan berubah, sampai akhirnya lupa mana diri kita yang asli.
Jadi hubungan yang sehat itu mungkin bukan nemuin orang yang bisa "melengkapi". Tapi nemuin orang yang bikin kita berkembang, tanpa harus bikin kita kehilangan jati diri.
Tahajjud every night. Salat dhuha, every morning. Al waqiah everyday. Istighfar and Salawat 100x daily. And then see how your life changes and how Allah answers your dua' one by one. In shaa Allah .
Aku kira saat kita lagi kacau, kita butuh pasangan yang ngerasain hal yang sama. Ternyata salah!
Ada jurnal yang menyebutkan saat sedang stres, kebanyakan orang malah membutuhkan pasangan yang lebih tenang. Pasangan seperti ini membawa harapan dan tidak ikut terbawa suasana.
Tapi semua itu balik lagi ke attachment style masing-masing. Untuk yang tipe anxious, kuncinya adalah validasi. Saat sedih mereka ingin dimengerti dan ingin dirayakan saat senang. Beda lagi sama yang avoidant, dia justru lebih memilih menjaga jarak aman secara emosional.
Jadi kita nggak selalu butuh pasangan yang merasakan hal yang sama persis. Kita cuma butuh seseorang yang tahu apa yang harus dilakukan saat kita lagi nggak baik-baik saja.
welcome to the death of celebrity era, when nicholas saputra, maudy ayunda, and dian sastro is no longer relevant. Maybe this Gen Z And Gen Alpha thing is not so bad. We prefer baddie with bold arguement and impact rather than pretty and performative stunts. good job society!
girl, be as picky as you want, because marrying late has never ruined a woman’s life, but marrying the wrong man has destroyed countless. Normalize choosing standards over desperation & freedom over fake fairy tales. because a ring without respect is just a handcuff in disguise.
Tell maudy ayunda to talk about mindfulness to :
1. Yg sesak nafas kena asap kebakaran hutan di sumatera,kalimantan
2. Ortu2 korban keracunan MBG
3. Warga luar jawa yg antre panjang demi beberapa liter bbm
4. Org2 yg kena layoff pdhl ada anak yg hrs sekolah+org tua yg butuh berobat
5. Pedagang kecil dan kaum rentan yg makin susah cari duit krn kaum middle class dan lower economy jg berhemat dan nekan pengeluaran.
Stop being tone deaf, try to napak tanah.
guys,
- tali BH keliatan itu normal
- pakai pembalut itu normal
- bawa pembalut di tas itu normal
- noda darah haid di celana itu bisa kejadian dan normal
- beli pembalut di kasir itu normal
- bulu badan tumbuh itu normal
- punya stretch marks itu normal
- jerawatan itu normal
- nggak selalu tampil cantik/rapi itu normal
- nangis karena hal kecil itu normal
- bilang “aku lagi capek” itu normal
being a woman is literally just having a body. please let women exist without making everything embarrassing.
jujur bnget di era era cewe cewe pengen jadi cewe berkarir dengan gaji tinggi dan independen women, gw aslinya lebih pengen jadi cewe yang diprovide abis abisan, pagi ikut anter sekolah anak, abis itu ditinggal gym, siang ke bakery bentar urus bisnis, lanjut pilates, sore yoga sambil ngopi cantik, malem dinner sama suami sekalian ketemu kolega bisnis. maaf bgt jangan dihujat 😭🙏🏻
pinter aja ga cukup. saran gue, find someone who's not just smart, but knows how to use his intelligence. someone with a broad perspective, good problem solving skills, emotional maturity and the ability to explain things without ever making you feel small or stupid sih.