Gaes, ada kasus bundir yang sepertinya berusaha di tutupi karena melibatkan orang besar.
Intinya begini, di suku tsb kalau orang meninggoy biasanya berhari-hari atau lebih dari seminggu baru di kuburkan, namun disini, gak ada sehari langsung di kuburkan.
(Kurang paham, apa krn bundir jadi langsung di makamkan) Nanti yg teman2 dari sana bisa kasih penjelasan disini ya...
Di platform lain sudah menyebar luas, tapi di X tampaknya sepi bahkan hampir tak terdengar ada kabar buruk.
Mengenai apa kasusnya, dugaan serta keterlibatan langsung atau tidak, disini cukup jelas di jelaskan oleh orang di video.
Lanjut videonya ya,.
I DID IT! Finally berhasil nemuin metode diet santai yang beneran bikin enjoy pas ngejalaninnya...
Tau-tau turun ±11 kg, agak kebablasan sedikit dari target 😂🤏
Pernah kepikiran gak sih?
Korupsi di Indonesia itu sebenarnya sudah ada sejak KAPAN?
Banyak yang bilang karena penjajahan Belanda.
Tapi faktanya... sudah tercatat di prasasti tahun 901 Masehi!
Petugas pajak zaman Mataram Kuno sudah mark-up luas sawah supaya rakyat bayar lebih banyak.
Bukti pertamanya ada di Prasasti Luitan (823 Śaka / 901 Masehi).
Prasasti tembaga ini ditemukan di Cilacap. Isinya menceritakan keluhan warga Desa Luitan kepada pejabat kerajaan.
Mereka bilang luas sawah mereka diukur terlalu besar oleh petugas pajak, sehingga pajak yang harus dibayar jadi lebih mahal.
Setelah diukur ulang, ternyata memang ada manipulasi. Petugas pajak menggunakan ukuran "tampah" yang lebih kecil supaya hasil pungutan lebih besar.
Jadi intinya:
Petugas pajak zaman Mataram Kuno sudah melakukan mark-up luas tanah → rakyat kena rugi → uang lebihnya masuk kantong sendiri.
Ini terjadi sekitar 600 tahun sebelum Belanda datang ke Nusantara.
Artinya korupsi bukan "penyakit" yang dibawa penjajah, tapi sudah ada sejak era kerajaan-kerajaan di Indonesia.
Bahkan di Bali Kuno juga ada kasus serupa.
Pada masa pemerintahan Raja Jayapangus, ada prasasti yang menyebutkan adanya korupsi berjamaah oleh para pemungut pajak yang sangat memberatkan masyarakat.
Menariknya, di masa kolonial ada satu gubernur jenderal yang cukup tegas terhadap koruptor.
Gubernur Jenderal **Herman Willem Daendels** pernah menghukum mati seorang kolonel bernama J.P.F. Filz pada tahun 1810 karena dianggap merugikan keuangan negara.
Tapi setelah Daendels, hukuman berat seperti ini jarang terjadi lagi.
Sekarang bandingkan dengan kondisi saat ini.
Menurut data Indonesia Corruption Watch (ICW) tahun 2020, rata-rata vonis penjara untuk pelaku korupsi hanya "3 tahun".
Bahkan banyak yang bisa kembali ke dunia politik atau jabatan setelah bebas.
Lalu kenapa korupsi sulit hilang?
Menurut teori **GONE** yang dikemukakan Jack Bologna, ada 4 faktor utama:
- G-reedy → Keserakahan
- O-pportunity → Kesempatan
- N-eed → Kebutuhan
- E-xposure → Risiko ketahuan yang rendah
Faktor internal (dari dalam diri) + faktor eksternal (sistem & pengawasan lemah) saling bertemu.
Itu sebabnya korupsi bisa bertahan ratusan tahun sampai sekarang.
Jadi menurut kalian, akar masalah korupsi di Indonesia itu lebih ke budaya, sistem, atau apa?
Foto terakhir: Tugu Integritas atau Tugu Antikorupsi di Pekanbaru, Riau, pada tahun 2016, yang pembangunannya ternyata dikorupsi.
📜: https://t.co/E8Eqjbufpr
📸: https://t.co/E8Eqjbufpr / Wikipedia
Léo Messi…
Le SEUL joueur qui peut étrangler et frapper ses adversaires, tirer sur l’arbitre et l’insulter sans prendre de carton rouge ! ❌
La vraie personnalité de Messi :