Dikisahkan, ada seorang ahli ibadah yang senantiasa bermunajat kepada Allah.
Pada suatu malam, setan berbisik kepadanya:
“Engkau telah memanggil Allah bertahun-tahun, namun tak pernah sekalipun engkau mendengar jawaban ‘Labbaik’ (Aku memenuhi panggilanmu). Maka, untuk apa lagi engkau memanggil-Nya?”
Ahli ibadah itu pun terdiam. Hatinya hancur dan ia tertidur dalam penuh kegelisahan. Dalam tidurnya, ia mendapat sebuah jawaban yang menggetarkan jiwa:
“Wahai hamba-Ku, bukankah ucapanmu ‘Ya Allah’ itu sendiri adalah ‘Labbaik’ dari Kami untukmu? Seandainya Kami tidak mencintaimu, niscaya Kami tidak akan pernah menggerakkan lisanmu untuk mengingat Kami.”
Sebagai manusia, kita sering merasa bahwa doa kita tidak terjawab, padahal bisa jadi kemampuan kita untuk terus beribadah dan memohon kepada-Nya adalah jawaban itu sendiri. Maka, jangan pernah bosan untuk memanggil dan menyeru kepada-Nya. Sebab, dalam salah satu firman-Nya, Allah Swt telah berjanji:
“Ingatlah kepada-Ku, niscaya Aku mengingatmu.” (QS. al-Baqarah: 152).
Ali bin Abu Thalib Ra pernah menuturkan:
“Barang siapa bershalawat kepada Nabi Muhammad Saw pada hari Jumat sebanyak seratus kali, maka ia akan dikarunia cahaya (nur) pada hari kiamat.
Dan apabila cahaya itu dibagikan kepada seluruh makhluk, niscaya ia akan menerangi semuanya.”
📚—Sa’adatud Darain
لا تكثر من الشكوى فيأتيك الهم ، ولكن اكثر من الحمد تأتيك السعادة
Jangan terlalu banyak mengeluh karena itu akan mendatangkan kebingungan, akan tetapi perbanyaklah bersyukur lah kepada Allah maka akan datang kepadamu suatu kebahagiaan.”
— Sayyidina Ali bin Abi Thalib
Berkata Al Imam Atho Al Khurasani.
"Tidaklah seorang hamba bersujud kepada All𝚘h di suatu tempat di bumi(ini), melainkan tempat itu akan menjadi saksi baginya pada hari kiamat, dan menangisinya pada hari kematiannya."
📚 Ihya Ulumuddin Juz 1 Hal 152
Allah tidak mengambil sesuatu kecuali Dia juga memberi pengganti.
Allah tidak menahan sesuatu dari seorang hamba kecuali Dia mencukupinya dari sisi yang lain.
Dan Allah tidak menyulitkan suatu urusan kecuali Dia menyiapkan kemudahan yang sepadan dengannya.
Seandainya kita dapat melihat seluruh luka, perjuangan, dan beban yang tersembunyi di dalam hati manusia, niscaya rasa iri akan berubah menjadi belas kasih.
Saat itulah kita akan menyadari bahwa di balik kehidupan yang tampak tidak seimbang, ada keadilan Allah yang begitu sempurna. Sebab, setiap orang pasti memikul ujian yang berbeda, mengalami kehilangan yang berbeda, dan memperjuangkan sesuatu yang tidak selalu tampak di mata manusia.
Maka, tidak ada alasan untuk dengki, merasa lebih baik dari orang lain, atau membanggakan diri. Sebab, Allah telah membagikan karunia dan cobaan kepada setiap hamba-Nya sesuai dengan hikmah dan keadilan-Nya yang sempurna.