Jancokk bangett gua baca postingan orang kek gini😭😭😭🙏
Dia bilang:
“Kenapa ya lagu-lagu Jawa kebanyakan sedih-sedih?”
“Apa karena UMR-nya rendah?”
Soalnya kalau dilihat, banyak musisi Jawa yang lagi naik daun emang datang dari daerah yang UMK-nya di bawah 3 juta. Denny Caknan dari Ngawi, NDX AKA, Guyon Waton dari Jogja, dan lain-lain.
Sementara daerah Jawa yang UMK-nya lebih tinggi, seperti Sidoarjo, Mojokerto, Gresik, Surabaya, atau Pasuruan, justru jarang keluar musisi Jawa yang mencolok. Mungkin karena warganya lebih sibuk jadi buruh pabrik.
Bahkan almarhum Didi Kempot dari Solo, UMR-nya juga kalah dibanding Demak.
Kalau dipikir-pikir, ada benarnya juga.
Banyak lirik lagu Jawa yang isinya laki-laki yang insecure, lemah secara finansial, gagal cinta, kalah sama yang lebih kaya.
Sementara yang dinyanyikan cewek, sering soal diselingkuhi, dikasarin, atau bucin berat.
Contohnya lagu Bojo Galak.
Jadi mungkin bukan cuma soal selera. Kadang lirik sedih itu emang lahir dari kondisi yang sedih juga.
Kok kepikiran ya analisis kek gini wkwkw
Kalau bukan working class club, klub kelas pekerja, mana mungkin bisa ngumpulin massa sebanyak ini?
Ga percaya sih dikasih tahu… 🤭😁😂
Termasuk juga supporter Arsenal di Afrika dan negara2 dunia ketiga lainnya (termasuk Indonesia skrg… *sigh)
🚨[🟢] NEW: Arsenal’s Premier League title lift recorded the highest live viewership for a title celebration in the last two decades 😳
Today’s celebrations peaked at 7.3 million live viewers, compared to Liverpool’s 3 million viewers during their title lift last season.
Untuk semua yang pernah merasakan pahitnya kalah 8-2.
Untuk semua yang menyaksikan Arsenal dibantai 6 gol di Stamford
Bridge pada pertandingan ke-1.000 Arsène Wenger.
Untuk semua yang harus menelan kekecewaan di Baku.
Untuk semua yang harus pergi ke sekolah setelah kebobolan 10 gol dari Bayern.
Hari ini adalah untuk kalian. Nikmati sepenuhnya. Kita pantas mendapatkannya.