ngebayangin pacaran sama times new roman tapi abis itu gue selingkuh sama comic sans soalnya dia ga kaku dan bikin gue ketawa sementara itu ada helvetica yg udh pining dari lama tapi ga gue respons apa2 soalnya dia cuma temen tapi akhirnya gue nikah sama poppins
“Seporsi kemenangan for woman.”
Dipertemukan dengan pria dewasa yang ga perlu diajari how to be a man. full of initiative, tulus melalui hal hal sederhana, komunikasi hangat & sepaham, gak pernah menyepelekan hal kecil. kamu boleh kecewa, boleh ngambek, & dibujuk tanpa takut di tinggalkan.
How lucky you’re.
SETUJU.
1. Dia yg bikin planning hamil, melahirkan, menyusui dan MPASI.
2. Dia yg mandiin.
3. Dia yg nidurin.
4. Dia yg ngajak main.
Cari yg mau jadi Bapak bukan yg cuma mau punya anak biar serasa lengkap jadi suami. Cari yg mau kerja sama bareng-bareng besarin anak. Ga ada benar salah, namanya sama-sama baru pertama kali jd orang tua. Yg penting harus siap dgn segala resikonya.
Sekali anak lahir, ga mungkin bisa dimasukin dalam perut lg. Uda tanggung kita sebagai org tua 🙏🏻
normalisasikan untuk berani ngomong, "kayaknya kamu gapunya kemampuan untuk mencintaiku dengan cara yang aku mau dan butuhin, better kita gausah lanjutin hubungan ini" dari pada sakit hati karena terus memaklumi.
kalau minta jodoh sama Tuhan jangan nanggung, minta yang financialnya berkecukupan, cintanya ugal ugalan ga pelit, ibadah lancar, ga perhitungan, setia, tau cara menghargai kamu, dan mau mengusahakan kamu
hidup terlalu berharga buat dihabisin sama orang yang datang cuma buat ngajarin sakit hati
"seporsi kemenangan"
ketemu pria dewasa yang ga perlu diajarin jadi pria, penuh dengan inisiatif, act of service, gila komunikasi, ga nyepelein hal kecil, aku boleh ngambek dan dibujuk tanpa ditinggal, how lucky i am.
Guys! pada dasarnya memang hubungan yg sehat dan langgeng itu dimulai dari cowoknya dulu. Yang waras dan kedewasaan sebagai leader, sementara tugas kita ngikut aja sama kasih support dia, dan kasih nasehat juga. Kalau dirasa ada yg salah selebihnya tergantung yg cowok, but feedback 2 arah juga penting bgt
in my denial era saking mandirinya aku, mental cowok ada dalam diri aku. gamau keliatan miskin di depan cowok yang selalu ngeliat aku mampu ngapain aja, padahal aku clingy, aku cuman nahan, i mean aku bisa kok ngadepin hidup ini sendirian, but i love when someone spoils and treat me, physical touch, di alem, disayang, divalidasi, dimanja.
TAPI JUJUR COWO PINTERRR DAN SOFTSPOKEN BENERAN TOP TIER SI. selain attractive mereka emg auranya gakaleng2!!
yang kalo ngobrol tu natap mata fokus ke kita, kalo kita gatau dan nanya dijelasin pake bahasa sederhana yg gampang dingerti dengan kalimat awal "gini loh sayang...."
"jadi itu tu gini sayang...."
"sini sayang aku kasih tau..."
"gaboleh gitu ya sayang...."
GOD DAMN pingsan aku mas🫠
kalo kata temenku, aku keliatan susah dideketin karna observant and a bit intimidating, jadi orang takut duluan buat approach. but actually aku tuh termasuk orang yg easy to approach. once someone gets into my life, i can be very attentive, thoughtful, and emotionally aware
Pada akhirnya hidup bukan lagi tentang “if they want to, they would.”
Tapi lebih kepada “if God has written something for you, it will find its way to you.” at the right time, in the right way.
Karena apa yang memang Tuhan takdirkan untukmu tidak akan pernah benar-benar melewatimu. dan yang bukan untukmu, sekuat apa pun kamu mencoba menggenggamnya, it will never truly stay.