momen debat denny dan jubir pemerintah :
Denny: MBG 268 triliun, kroninya yang korupsi. Presiden dengar apa pura-pura?
Levenia: Dengar kok, Bang. Sekarang refocus ke daerah 3T.
Denny: Yang korupsi orang dalamnya sendiri. Kok lu jual "presiden tulus" mulu?
Levenia: Saya ke Aceh, anak-anak senang dapat MBG.
Denny: itukan pov kalian saja. Petani diperas, guru honorer digaji recehan, lu diam.
Levenia: Saya cuma nyampein POV pemerintah.
Denny: loh kok malah pemerintah, jadi disini kita bela pemerintah atau rakyat?
Lulus S3 dari Australia dan jadi dosen dengan gaji pokok hanya 2,6 juta rupiah.
Para menteri rangkap jabatan.
TNI dobel job.
Polisi juga dobel job.
Tenaga pendidik terpinggirkan.
Datang lagi berita buruk, berbasis data, bukan berbasis klaim di pidato heroik.
Setelah 72 bulan Indonesia selalu surplus neraca perdaganganya, bahkan di bulan-bulan masa Covid 2020, tibalah era DEFISIT di masa Pemerintahan amatir.
Amsiong tenan 😭
Ketua DPR Komisi 11 bingung dengan framing media asing yang bilang indonesia menuju kehancuran karna:
- pdahal ekonomi Indonesia baik-baik saja
- Fundamental kita kuat
- IHSG bukan cerminan sebuah negara
- Media sosial digambarkan seakan mau bangkrut
- padahal fundamental kuat, ini hanya persepsi vs realita
- Rupiah 18.000 bukan bencana
- dari 16.000 ke 18.000 hanya naik 5%, kok seakan kiamat besok
- bukan ratusan persen seperti 1998
- program MBG & Kopdes visinya bagus, program paling mulia yang pernah ada
- yang bermasalah cuma persepsi dan sentimen, bukan fundamental
Jahatnya gak kira-kira emang hakim dan jaksa ini. Mereka masih ngeyel Nadiem ada Kepentingan dengan Google. Padahal, pada saat ditantang oleh Nadiem untuk menghadirkan pihak Google, Jaksa takut terbongkar bohongnya. Lalu, pada saat Nadiem sendiri yang menghadirkan Google di persidangan, dan Jaksa tidak bisa mendebat fakta bahwa Nadiem benar, Jaksa dan hakim tidak mau menerima bukti dan fakta tersebut.
1/3
MAHFUD MD: SAYA SUKA POLITISI BERTENGKAR
Saya sebenarnya suka kalau dua politisi itu bertengkar
Orang dekatnya Pak Prabowo bermusuhan
Lalu saling bongkar korupsinya, BAGUS!
Kalau saya bongkar aja, yang satu bongkar, yang satu bongkar biar ancur.
Setan ketemu setan, daripada bergabung lalu saling melindungi.
***
TUH, MAKANYA POLITISI TUH DISABUNG, JANGAN DIJILAT
jadi cerita abang ini iseng ngitung
pidato prabowo yang bilang udah bangun jalan 1.151 km dengan dana 5,4 triliun
jika di bagi maka per km nya 4,6 miliar
artinya tiap satu kilo butuh 4,6 miliar
itu jalan untuk spek lapangan bandara
lalu abangnya juga spill menurut PUPR
anggaran umum jaln hotmix
biayanya kisaran 900jt- 1 miliar/km
arttinya prabowo baru saja mengakui
ada mark up 3-4 lipat dalam pembangunan jalan desa tersebut
Berita TV di Al-Jazeera, Media Qatar 🇶🇦
- Kepala BGN Dadan Hindayana dipecat
- Dadan dan dua wakilnya ditangkap sehari setelahnya
- Korupsi pengadaan motor listrik dan TV
- MBG memakan dana besar tapi keracunan di mana-mana
🚨ALASAN INVESTOR KABUR DARI INDONESIA.
Mindrasos baru saja nonton YT The Generalist yg berjudul, "Hard Truths from Indonesia's Startup Scene."
Beberapa alasan investor kabur dari Indonesia adl:
1. Korupsi di level operasional.
Martyn bercerita bahwa dia mendapat tagihan pajak senilai $100.000. Kemduian, pejabat Indonesia mengatakan bisa mengurangi tagihannya asalkan membayar $20.000 kepadanya (pejabat indo).
2. Indonesia krisis meritokrasi
Banyak pendiri startup bukan berasal dari kalangan inovator teknis yang membangun solusi dari nol, melainkan didominasi oleh kelompok elit atau jejaring keluarga kaya (privilege). Hal ini membuat akses modal lebih didasarkan pada nama besar atau koneksi, bukan performa bisnis yang sehat.
3. Birokrasi Indonesia bersifat memeras
Martyn menyoroti lingkungan yang proteksionis dan birokrasi yang terkadang bersifat memeras. Ia menceritakan pengalamannya menghadapi aturan konten lokal yang tidak masuk akal, serta kesulitan mendapatkan dukungan nyata.
4. Ilusi Demografi dan Pasar '270 Juta Penduduk'
Martyn menekankan bahwa narasi besar mengenai jumlah penduduk Indonesia sering kali menyesatkan karena tidak dibarengi dengan analisis daya beli. Dengan PDB per kapita di bawah $5.000, model bisnis B2C yang menargetkan massa sering kali gagal mencapai profitabilitas tanpa subsidi 'bakar uang' yang terus-menerus.
5. Akhirnya pilih kabur ke Singapura
Di Indonesia, kepastian hukum, transparansi, dan kepercayaan investor global sudah punya reputasi buruk — ditambah isu fraud yang berulang — membuat investor internasional enggan masuk. Singapura beri semua yang Indonesia belum mampu jamin.
JUST IN: BEM UI & BEM Trisakti bersama sejumlah BEM dari berbagai kampus menggelar Solidarity Campaign di kawasan Car Free Day (CFD) Jakarta
📸 owritedotid