“kami mau melapor ke polisi, polisi punya dapur sppg, kami mau melapor ke TNI, TNI punya dapur sppg, kami mau melapor ke DPR, DPR pun punya dapur sppg. jadi ini jalan terakhir kami untuk mengadu, kepada konstitusilah kami berharap”
—ucap seorang guru, pendidik anak bangsa. ironi.
Ngga usah repot repot ganti Mentri Keuangan, pak.
Kalo bapak umumkan program MBG dan Kopdes dihentikan, mau mentrinya monyet juga itu IHSG pasti ijo pak 🙂
@ANYWAYSDOLAN@blueaeriblue Kata dosen gua literasi tu perjalanan, bkn ajang kompetisi. Ada yg mulai dr KKPK, novel2 fantasy kek JKR ato Tolkien, dri Tere Liye, Ika Natassa, ada yg langsung ke sastra berat. Sah2 aja mah orang mau baca apa pun, ga usah lah kita jadi polisi bacaan buat selera orang lain
4,5 tahun ciyeng difitnah gendut ciyeng diam, dijelek-jelekin gendut ciyeng juga diam, dicela kucing gendut, direndah-rendahkan ciyeng juga diam. dihujat-hujat, dihina-hina ciyeng juga diam. Tapi hari ini ciyeng sampaikan CIYENG AKAN LAWAN
Kenapa Vaksinnya dibuat di Korea Selatan?
1. Penemu virusnya orang Korea, Prof. Lee Ho-wang dari Korea University pertama kali mengisolasi hantavirus pada 1976
2. Vaksin pertama di dunia sudah dari Korea, Hantavax disetujui 1990 (Belum FDA dan EMA Approve) -> penggunaannya terbatas di daerah endemik kaya Korsel dan Cina untuk kelompok berisiko, jadi Korea punya 30+ tahun expertise di bidang ini
3. Beban penyakit nyata di Korsel, 300–400 kasus HFRS per tahun.
4. Vaksin lama tidak cukup, Hantavax perlindungan jangka panjangnya terbatas dan tidak cover beberapa strain lain.
dr. Ayman Alatas SpMK
(Spesialis Mikrobiologi Klinik)