Gimana mau dapet kepercayaan masyarakat kalo bikin kebijakan seenak jidat, pas rapat penting digelar tertutup. Rakyat gapernah dilibatkan kecuali klo lg malak pajak.
Kalian sadar atau tidak, semenjak Prabowo jadi Presiden, Hal-hal ini yg hilang :
- Tidak ada perhelatan internasional yg tersorot seperti G20, Seagames dll, dimana Indonesia sebagai Tuan Rumah
- Tidak ada capaian infrastruktur yg bertambah
- Tidak ada satu pun proyek infrastruktur besar yang diumumkan dan terasa nyata
Zaman Jokowi: banyak dikritik, tapi jejaknya ada.
Zaman Prabowo: banyak dijanjikan, tapi jejaknya sampe sekarang ngk ada..
Dan sementara itu,
target pajak APBN 2026 sudah dipatok Rp 2.357,7 triliun.
Siap tidak siap, rakyat yang bayar.
Bayangin MBG stop selamanya. Bayangin gada KDMP. Bayangin TNI gak ngisi jabatan sipil. Bayangin KPK kita kuat. Bayangin rupiah kita strong as hell. Bayangin koruptor dihukum mati. Bayangin aja semuanya anjir sadar, lu tuh WNI😭😭
tuntutan udah dijawab: MBG TIDAK AKAN DISTOP
"penerima manfaat MBG nyata. ada ibu hamil. emang hamilnya bisa berhenti? bayinya disuruh berhenti nyusu?"
"balita disuruh berhenti makan? anak sekolah emang gabole makan lagi?”
selevel kepala badan komunikasi pemerintah, skill komunikasi publiknya aduhai
Dari demo kemarin aku tuh baru nyadar kalo polisi di Indonesia tuh SEBANYAK ITU
Soalnya aku ga pernah liat mereka keliatan kerja kek yang kerja di jalan gitu, paling polantas yang pagi-pagi foto di jalan abis itu melipir entah kemana, atau muncul pas ada acara/kejadian gitu
Ini tim kualitasnya pas lawan Turki aja bisa show up. Eh, ada pelatih sotoy negara Asia rank 120+ lawan mereka pake highline😭😭😭
#FeelEveryGoal@toshibatv_id
- Ga bisa menangani bencana Sumatra? Dibelain.
- Keluar negeri terus? Dibelain.
- Kurban pakai APBN? Dibelain.
- Rupiah melemah? Dibelain.
- BBM naik? Dibelain.
- Harga kebutuhan pokok naik? Dibelain.
- PHK massal terjadi? Dibelain.
- Daya beli masyarakat turun? Dibelain.
- Utang negara bertambah? Dibelain.
- Pajak dinaikkan? Dibelain.
- Defisit melebar? Dibelain.
- IHSG anjlok? Dibelain.
- Lapangan kerja seret? Dibelain.
- Investasi mandek? Dibelain.
- Harga beras naik? Dibelain.
- Harga listrik naik? Dibelain.
- Program kontroversial jalan terus? Dibelain.
- Pejabat bikin pernyataan blunder? Dibelain.
- Kritik publik diabaikan? Dibelain.
- Demonstrasi mahasiswa diremehkan? Dibelain.
- Janji kampanye belum terealisasi? Dibelain.
- Menteri bermasalah dipertahankan? Dibelain.
- Kabinet gemuk? Dibelain.
- Anggaran membengkak? Dibelain.
- Kepercayaan pasar turun? Dibelain.
- Rating pemerintah turun? Dibelain.
- Apa pun yang terjadi: Dibelain.
Siapa pun yang mengkritik:
Disalahin.
Sesuci itu kah sosok yg pernah ada ISU HAM ini di mata kalian?
Melihat budiman dan fachri hamzah yg skrg sdh nyaman di dalam kekuasaan, tentu ada kekhawatiran kl suatu saat nanti aktivis2 yg msh lantang saat ini akan mengikuti jejak mereka. Tapi apa boleh buat, saat ini di legislatif tak ada lagi oposisi, semuanya bestie. Yg tersisa saat ini hanya berdiri bersama Feri Amsari.
Jika dibandingkan waktu demo tahun lalu. Kita semua bisa cek CCTV, sampe ada ojol dilindes kendaraan taktikal pun langsung keliatan dari CCTV. Semua media berlomba2 menayangkan Breaking News Live.
Tahun sekarang? Cuma Kompas TV yang berani menayangkan aksi demo. Sedangkan media lain bungkam, udah dibeli oleh rezim. CCTV pun dimatiin.
Para pendemo dihalangi dan gak sampe ke titik orasi. Rakyat dibungkam bahkan sebelum sempat bicara. Ini bener2 ngeri sih.
Gimana? Udah berasa hawa orbanya?
Jawab jujur sebagai kaum mendang-mending. Lu lebih milih pake Pertamax dengan harga 16k itu untuk sayang kendaraan
Atau malah switch ke Pertalite karena in this economy
Udah ga jabat pun efek kerusakannya masih besar
Masih ada APBN untuk IKN
Masih ada utang dari Whoosh
Dan yang paling sialan, ngasih kita Prabowo-Gibran jadi pemimpin negara ini
Andre Rosiade di TV, kemarin:
"85% uang MBG mengalir langsung ke rakyat. Ke tukang sayur, petani, peternak, UMKM."
Kejagung, 12 Juni 2026 : tersangka ke-5 ditetapkan.
Vendor motor listrik BGN, PT Yasa Artha Trimanunggal: tidak punya dealer, tidak punya bengkel aktif , tapi menang proyek Rp1,035 triliun dari APBN.
21.801 unit motor.
Dadan bilang dibeli Rp42 juta/unit.
Menurut Kejagung: di-markup.
Pembanding nyata: motor China dengan spesifikasi serupa dijual Rp8–10 juta/unit di pasaran.
Dokumen serah terima dipalsukan seolah pengerjaan rampung. Dibayar lunas 100%.
Total tersangka sekarang: 5 orang. 3 di antaranya pimpinan BGN sendiri.
Jadi dari Rp10.000 per porsi makan anak sekolah yang katanya "85% langsung ke rakyat" itu , sebagian jalannya lewat vendor tanpa bengkel, harga di-markup menurut Kejagung, dokumen dipalsukan, dibayar penuh Rp1 triliun lebih.
Tukang sayurnya dapat berapa Andre?
statement ini membuktikan kalau pemerintah lebih takut demo diadakan di pusat bisnis & ekonomi ibu kota daripada di depan gedung DPR/MPR
selain itu, exposure & dampaknya juga lebih besar. keren buat kalian yg inisiasi pergerakan ini 🫡