Gue sebenernya nggak terlalu ngikutin detailnya, tapi jujur gue heran, apa sih yang bikin Xabi Alonso sampai diperlakukan kayak gini sama pemain-pemainnya?
Soal nama besar, harusnya nggak ada debat. He’s a fucking legend. What he achieved with Leverkusen is elite level stuff. On paper, that should be more than enough to earn proper respect.
Tapi yang terjadi justru sebaliknya. Dan gue beneran nggak ngerti, kenapa bisa sampai segininya.
Yang ikut demo, disindir hanya ikut2an.
Yang ga ikut demo, disindir tidak solidaritas kepada kawan.
Yang menikmati, kubu lawan.
Padahal sesungguhnya, tidak ada perjuangan kecil, tidak ada perjuangan besar.
Adanya hanya: Ikut berjuang atau tidak.