Wakil Menteri Hak Asasi Manusia Mugiyanto menegaskan pemerintah berkomitmen melindungi hak asasi seluruh warga negara tanpa diskriminasi, termasuk memastikan setiap orang terbebas dari persekusi dan kekerasan.
Selengkapnya
⬇️⬇️⬇️
https://t.co/Yya7VeQjOk
-Detik-detik Bom JW Marriott, 2003-
CCTV sebelum peledakan.
Asmar Latin Sani, pelaku bom bunuh diri pada 5 Agustus 2003, ledakan menewaskan 13 melukai sekitar 150 orang.
Kepala Asmar terpenggal terpenggal di lantai 2 hotel akibat ledakan
Masih ingat peristiwa ini?
13 tahun lalu juru bicara FPI Munarman menyiram secangkir teh ke wajah sosiolog UI Tamrin Amal Tomagola ketika berdebat soal pelarangan sweeping oleh masyarakat saat siaran langsung di tvOne. 🍵💦
18 tahun. Itu tuntutan jaksa buat seseorang yang udah ngabisin waktu bertahun-tahun mencoba memajukan negara ini. Terlepas dari kamu setuju atau gak sama pandangan politiknya, coba deh renungin baik-baik angka itu.
Ini bukan kejadian yang pertama kali. Indonesia itu punya pola yang diam-diam menghancurkan: orang-orang pinter, kompeten, dan punya niat tulus masuk ke pemerintahan, tapi ujung-ujungnya malah dihancurin sama sistem. Gak selalu karena mereka bersalah, tapi seringnya cuma karena kehadiran mereka "dianggap mengganggu".
Tapi anehnya, kita terus-terusan nyuruh anak-anak muda terbaik kita: "Masuk dong ke pemerintahan. Mengabdi dong buat negara. Bawa perubahan."
Siapa juga yang mau kalau mereka ngelihat langsung kejadian kayak gini di depan mata?
Siapa pun dalang di balik semua ini, mereka sama sekali gak lagi ngelindungin Indonesia. Mereka justru lagi ngajarin satu generasi orang-orang berbakat kalau jalan paling aman itu ya mending diam aja. Atau sekalian pergi ke luar negeri.
Buat yang suka nyinyir, "Ya udah, pergi aja sana!", tolong berhenti nutupin ego kalian dari kenyataan. Banyak kok orang Indonesia yang super cerdas dan bener-bener cinta sama negara ini. Mereka tetap stay di sini. Mereka ngebangun sesuatu. Mereka nyari cara lain buat berkontribusi di luar pemerintahan, karena masuk ke dalam sistemnya itu terlalu bahaya.
Tapi ini realita yang lebih pahit: sehebat apa pun startup, kreator, atau inovator kita di kancah dunia, KALAU pemerintahnya tetap korup dan gila kuasa, KALAU aturannya gak ngelindungin rakyat atau gak ngasih ruang buat industri berkembang dengan sehat, terus kita sebagai masyarakat bisa berharap apa?
Ini momen yang sedih banget buat Indonesia. Bukan cuma karena ada satu orang yang lagi diadili, tapi karena pesan yang ditangkap sama semua orang pintar dan idealis yang lagi ngelihatin kasus ini: bahwa negara ini sepertinya belum siap buat ngelindungin orang-orang yang berani membawa perubahan.
26. Kanwil Kemenkumham Sulsel: Tim Penilai Internal: Hal ini dilakukan berdasarkan surat dari Kemenpan RB.
@Kemenkumham_RI
@Kumham_Sulsel
#KumhamSulsel
Liberti Sitinjak
Kanwil Kemenkumham Sulsel
Kanwil Kemenkumham Sulsel di pimpin Ka.Kanwil, Liberti Sitinjak terima Tim Penilai Internal (TPI) Kementerian Hukum Dan HAM RI.
@Kemenkumham_RI
@Kumham_Sulsel
#KumhamSulsel
Liberti Sitinjak
Kanwil Kemenkumham Sulsel
25. Kanwil Kemenkumham Sulsel: Tim Penilai Internal: Pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap 10 satuan kerja di Jajaran Kanwil Kemenkumham Sulsel.
@Kemenkumham_RI
@Kumham_Sulsel
#KumhamSulsel
Liberti Sitinjak
Kanwil Kemenkumham Sulsel