Tadi sore diriku keluar buat beli bukaan. Di deket rumah ada 3 stand gorengan. Gak sebelahan, tapi yaa berdekatan jaraknya. Radius 100m
Dari awal puasa, ku perhatiin yang 2 ini lumayan rame nih (salah satunya langganan tempatku beli takjil & gorengan). Kayak ada aja lah pembelinya. Sementara yg satu sisanya sepi. H-30 menit buka, stok dagangan blio masih full, baru laku dikit. Jujur kasian dul.. yg jualan anak muda cewe.
Coba deh beli risol bihun sm bakwan, beli 3 pcs aja buat nyoba sekaligus bantu blio. Cuma kok pelayanannya RAMAH alias judes bangeet.. kayak gak niat.. padahal gue mau bantu aja.. begitu sampe rumah ku coba, ga enak rasanya. Adonannya keras 🥀
Jadi ada alasannya kenapa dari 3 penjual gorengan itu ada 1 yg dr awal puasa kalah terus. Begitu kita milih dia karena kasian, di situ baru kita tau alasan kenapa dia kalah melulu
Indonesia adalah Negara Preman. Cirinya adalah Sistem Setoran.
Untuk berkuasa, kamu harus setor. Untuk setor, kamu harus merampok.
Karena kamu merampok, kamu jadi diblackmail atasan.
Bos akan bilang: "Sekarang, setor lebih banyak ke saya. Jika gagal, saya tangkap."
Bosmu betulan berkuasa untuk menangkapmu. Karena kamu memang koruptor. Karena kamu memang kriminal yang merampok, untuk bayar setoran ke bosmu.
Salah sendiri ngide jadi pejabat. Sekarang kamu terjebak.
Terpaksa kamu setor lebih banyak dan merampok lebih banyak. Lubang yang kamu gali menjadi semakin dalam.
Semakin banyak kejahatanmu, semakin komplit kontrol bosmu terhadapmu.
Kamu berubah dari yang awalnya manusia menjadi anjing yang berkalung. Woof.
Ketika bos bilang "jongkok!", kamu jongkok. Ketika bos bilang "menggonggong!", kamu menggonggong. Ketika bos bilang "rampok!", kamu merampok.
Kamu sangat terbiasa melakukan itu sampai kamu jongkok, lompat, menggonggong, merampok, mempermalukan diri sendiri di Twitter dengan mendeklarasikan diri sebagai "penyepong kaki rezim sampai tenggorokan" dengan bangga, tanpa disuruh.
Urat malumu putus dan kamu tidak ubahnya seperti binatang anjing buas yang berlari telanjang di jalan, kencing sembarangan dimana-mana.
Ini bukan hal yang luar biasa. Bosmu juga pernah berada di posisimu saat ini. Bosmu pernah, dan masih, menjadi anjing perampok pemalak buas.
Lama-lama kamu naik pangkat dan punya anak buah sendiri. Setoran yang harus kamu bayar ke atas semakin besar. Kamu bingung bagaimana cara bayarnya.
Kamu mendapat ide: perbudak saja anak buahmu. Palak setoran dari mereka. Jadikan mereka anjing baru, sebagaimana bosmu menjadikanmu anjing buas berliur.
Lama-kelamaan seluruh pemerintahan dan bisnis negara Indonesia diisi oleh anjing dan Indonesia pun menjadi Negara Anjing.
Tentu saja investor tidak akan mau membangun di Negara Anjing yang isinya penuh dengan anjing dan preman jalanan buduk, bau, dan rampok.
Milk bun 400 juta tu pajaknya berapa sih sampai segininya ngerespons? Banyak instrumen cukai yang sudah diusulkan, termasuk minuman/makanan berpemanis. Potensi pendapatan jelas dan banyak. Tapi kalian ndak mau tarung sama korporasi, maunya nginjek kelas menengah.
Dosbing: "Ini ada histogram, cuma ini bentuknya agak aneh, saya mau lihat detailnya, bisa dishare data mentahnya?"
Mahasiswa: "Cuma ada histogramnya Pak."
Dosbing: "Kamu bikin histogram pake data mentah kan?"
Mahasiswa: "Iya Pak, tapi Bapak cuma boleh liat histogramnya."
Dosbing: "Terus kita tahunya data sama histogramnya bener dari mana?"
Mahasiswa: "Bapak percaya aja sama saya"
Ngga usah ditanggapin guys cuitan si itu soal pemain Arsenal yang dibandingin sama pemain klub jagoan dia. Yang ada dia malah dapet banyak duit dari reply2 kalian dan qRT kalian. Kalian cukup mbatin aja: “cok goblok!”, thats it. Jangan memperkaya orang macam begitu
1. Menkes saat pandemi itu militer. Hasilnya?
2. Militer pegang food estate. Proyek blunder.
3. Organisasi tani diketuai jenderal. Petani jadi obyek politik.
4. Pensiun TNI jadi pejabat ikut berbisnis energi dan EV.
Stop mengira tentara serba bisa.
https://t.co/0G4SywHHvb
@DitjenPajakRI Berhubung Bokapnya Mario mengundurkan diri.
Simak ini yah...
Koleksi Rumah/Mobil Mewahnya keluarga Mario Dandy Satriyo
1. Rmh tinggal di Simpruk
Mobil anak orang kaya dijamannya,punyanya Raden Mas Ngabei Slamet Tjondro Wirjotikto Edi Pranoto Djojo Sentiko Mangun Dirdjokusumo, alias Slamet, anak juragan Tembako