Ya sudah kl uang banyak, gaji dan tukin ke 13 bulan Juni PNS @PNS_Ababil nanti jangan dipotong yak....
Kl dipotong fix tanda negara lagi gak baik...
*masih berusaha positif thinking
Ini lucu… atau justru serem ya?
Menteri keuangan disuruh bilang “uang banyak, gak usah takut.”
Bukan berdasarkan data.
Bukan berdasarkan transparansi.
Tapi berdasarkan… omongan presiden.
KATANYA PRESIDEN!!
Terus publik diminta tenang?
Jujur...... apa kalian bisa tenang,
kalau rasa aman negara cuma dibangun dari narasi omon-omon belekutuk lansia NPD?
Daftar Kosakata Pidato
1) Mana itu Indonesia Gelap
2) Antek asing
3) Kabur aja sana
4) Bangsa yang besar
5) Koperasi merah putih
6) Menghujat pemerintah dibayar
7) Saya ke luar negeri jaga kepentingan Indonesia
8) Indonesia negara paling aman
9) Makan bergizi gratis
10) Swasembada Pangan
11) Koperasi Merah Putih
12) Indonesia Emas 2045
13) Hilirisasi
14) Efisiensi
15) Ndasmu
16) Macan Asia
17) Danantara
18) Keadilan sosial
19) Tangkap koruptor
20) Stabilitas
Yes bener, jaringannya lebih kecil.
Setelah 6 tahun membangun jaringan sensor kualitas udara Nafas, kami harus mengambil keputusan yang sangat berat.
Kami harus mengecilkan jaringan kami.
Bukan karena datanya tidak penting. Tapi karena pendanaan untuk jaringan ini tidak cukup. Kami sudah berusaha keras. Cari funding, cari sponsor, cari cara supaya jaringan ini bisa terus jalan. Tapi kenyataannya, membangun infrastruktur publik seperti ini butuh dukungan yang jauh lebih besar dari yang bisa kami tanggung sendiri.
Karena itu, kami mengubah jaringan sensor Nafas menjadi sebuah Yayasan - @yayasannafas . Artinya jaringan ini sekarang milik publik. Dan kalian bisa ikut menjaganya.
Ada 3 cara kalian bisa bantu:
1. Donasi langsung lewat Kitabisa (link di tweet berikutnya)
2. Sponsori satu sensor. Bisa patungan bareng komunitas kalian.
3. Ajak perusahaan kalian untuk sponsori kampanye kualitas udara.
Kalau kalian tertarik sponsori sensor atau kampanye, DM saya langsung - bisa disetup untuk sensor2 tertentu.
Kami sudah kasih yang terbaik selama 6 tahun ini. Sekarang kami butuh bantuan keluarga digital kami.
Kalau kalian nggak bisa donasi, bantu share ke orang yang mungkin bisa.
Itu sudah sangat berarti. 🙏
Menurut gw Purbaya tuh tau MBG sebenarnya program ngak efektif & hambur2in uang tapi dia ngak berani bilang ngak ke Bowo karena dia tau tentara paling benci dapat penolakan apalagi dari bawahannya (tipikal gaya komando tentara/atasan selalu bener dan bawahan harus patuh) 🙃
Bayangin Presiden tentara ini ngak mau denger kata2 teknokrat, diplomat, ilmuwan yang ahli buat bangun negara ini.
Akhirnya jadi serampangan dan tercermin dari respon pasar baik di sektor Saham, Valas, maupun sektor Riil.
Padahal Indonesia sudah punya:
BPK
BPKP
Kementerian BUMN
Komisaris
Auditor internal
Bahkan KPK.
Tapi sekarang mau ditambah lagi utusan khusus presiden di tiap BUMN.
Ini seperti memasang CCTV
untuk mengawasi CCTV.
Penyakit klasik politik:
pemimpin merasa memperketat kontrol, tapi justru semakin jauh dari informasi yang jujur.
Ini bukan reformasi tata kelola.
Ini tanda pemimpin yang tidak percaya sistemnya sendiri, tapi tetap yakin semua laporan yang sampai ke mejanya baik-baik saja.