Sumatera Relief Operation Update
5 December 2025.
We would like to express our utmost thanks to every organizations, government agencies, corporate companies and individuals who has trusted Susi Air to distribute aid to various region in Sumatera.
🚨⚡️An AgustaWestland AW169 helicopter belonging to the Indonesian National Police (POLRI) performed a low-altitude hover to drop relief supplies to areas affected by severe flooding and isolated communities.
Yang gak boleh mengkritik itu siapa sih?
Gini loh teman-teman, poin kami dari kemarin itu lebih fokusnya kepada hujatan-hujatan netizen ke personil lapangan yang menyalurkan bantuan.
Dibilang skill issue lah, tidak memanusiakan manusia lah, tidak menghormati dan menghargai korban lah.
Iya, kami paham bahwa sipil marah, kami paham banyak statement pejabat publik yang salah dan tidak pada tempatnya. Kami pun sangat menyangkan beberapa statement tersebut keluar dari para pejabat, terlebih di tengah situasi yang serba tidak kondusif ini.
Tapi fokus netizen, kebanyakan ini menyalahkan personil di lapangan. Padahal niat para personil ini hanya menjalankan tugas dan memberikan bantuan ke para korban secepat dan seefisien mungkin, sesuai dengan kapasitas yang mereka miliki. Kemudian setelah segala proses dan usaha yang mereka lewati, sejak awal deployment sampai sekarang, masih ada juga hujatan-hujatan netizen yang salah sasaran dan asal bunyi. Apakah ini gak berdampak secara psikis? Iya mereka tentara, mereka terlatih, tapi mereka juga manusia, mereka bukan robot.
Kondisi psikis ini berdampak juga pada kesiapan dalam operasi, dan bisa berisiko juga terhadap keselamatan misi.
"Ya kalau mentalnya terganggu, tarik aja suruh pulang min! mental tempe" It easier to said than done.
Apalagi banyak orang-orang yang asal memberikan komentar, hujatan dan merasa lebih tau dan lebih paham masalah lapangan dan masalah teknis melebihi pengetahuan para personil yang sebelumnya sudah menempuh pendidikan, pelatihan sampai pengemblengan. Mereka ini diterjunkan ke dalam sebuah misi operasi seperti ini juga tidak melalui proses yang singkat.
Maksud kami, bijak-bijaklah sebelum mengeluarkan komentar-komentar jahat seperti di atas. Lebih baik kita ini membantu sesuai kapasitas kita, bisa dengan memberikan donasi, memberitakan informasi yang benar, atau memberikan dukungan moril/moral sesuai kapasitas yang kita bisa.
Berikan kritik pun sampaikan dengan baik, tunjukan basis dasar argumen dan pemikirannya. Jangan cuma sembarang tembak dan menghujat mereka tanpa dasar, bahkan sampai bilang pilot-pilot dan awak ini skill issues.
Toh, kalau di sana ada kesalahan pasti akan ada evaluasi-evaluasi. Kita harus tau juga kondisi lapangan dan operasional teknis itu bukan sesuatu yang mudah, ini kompleks, menyangkut safety atau keselamatan banyak pihak.
pun kalau amit-amit terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, accident atau mishap, lantas bagaimana? ujung-ujungnya juga hanya menyalahkan lagi, dikira tidak memperhatikan safety.
Proses di lapangan kompleks, dan untuk memastikan semua berjalan baik, lancar dan aman itu perlu partisipasi dan kolaborasi banyak pihak juga. Setidaknya kita bisa doakan semoga prosesnya bisa berjalan baik dan lancar, berjalan dengan semangat solidaritas yang tinggi, bukan malah ribut dan pecah sana-sini.
Imah aing kabanjiran paaaak, di Dayeuhkolot. Dieu atuh bantuan.
Pembela beliau be like:
"Eta mah urusan bupati na?"
Nya Padang ge sanes urusan bapa, aya kepala daerah na masing-masing. Banjir di dieu mah geus sidik urusan bapa, dieu bantuan.
Gus Kautsar keras membahas Si 'kenapa anda begitu ingin mengembalikan pd ekosistem awal'. Argumennya sederhana dan jelas:
1. Karena anak putu kita berhak jg menikmati alam lestari dan seisinya.
2. Justru krn sama² santri, GK heran kok bs blio bicara spt itu
3. Santri sedang disorot. Di saat yg lain mati²an berusaha mengangkat wibawa santri, kok blio malah bicara spt itu
Ekosistem ngapain dikembalikan? "Ngapain piye? Ijik islam po ra to NU ki jane?", selorohnya.🤣
Well, Islam. Salam. Salim. Assalamualaikum. Semuanya bermuara pada satu ucap dan tindakan: MENYELAMATKAN
Kalau ada-nya kita membuat lingkungan tidak selamat,
Kalau hadirnya kita membuat keselamatan komunitas mjd terancam,
Kalau keselamatan lingkungan/umat bukan menjadi prioritas kita,
Maka, jenis Islam yg bagaimana lagi yg bisa dijadikan tempat berteduh seluruh manusia?
Takono gus² lan kiai²mu. Kui titipan pertanyaanku.