Anggaran untuk latsarmil per peserta Rp 30 juta, + latihan manajerial koperasi Rp 15 juta. Mahalan latihan tentara2an? Karena dikasi seragam full dari atas sampai bawah. Ransel. Dll. Yang dapat proyek pengadaan siapa? Jatuhnya semangat proyek🤷♀️
https://t.co/D71SGEzcii
Pemr Presiden Prabowo ini demen bikin pelatihan2, retreat2, gaya militeristik. Hasilnya? Kabinet yang berbeda pendapat di publik bahkan di medsos. Komunikasi publik amburadul padahal sudah diajarin timnya Lucian Despoui (asiiiiinnnggg😄). BOROS! Serta, ada korupsi dan korban jiwa🤦♀️🤷♀️
HANYA DEMI FOTO PREWED
Candi Prambanan dianggapnya macam studio pribadi aja
Salah satu personil hambalang boys, rizky, mengusik ketenangan warga prambanan dan sekitarnya. Banyak warga yang berlarian keluar ketika mendengar suara ledakan yang dikira bom atau ledakan misterius dari arah Prambanan. Tidak cuma itu, siluet cahaya merah juga terlihat ketika kembang api ini meledak yang dikira kebakaran.
Kenapa diijinkan @injourneyID ?
�� JUST IN: Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un.
Salah satu peserta Latsarmil Kopdes (Pelatihan Dasar Kemiliteran Koperasi Desa) ada yang meninggal & tidak di up beritanya.
Cuma jaga toko, kenapa pake latihan militer sih? Mau perang sama warung madura?!! #IndonesiaGelap
Sidang lanjutan pengujian UU Guru dan Dosen kembali digelar dengan agenda mendengarkan keterangan Ahli Pemohon dalam Permohonan Nomor 272/PUU-XXIII/2025.
Dalam persidangan, Dosen Hukum Ketenagakerjaan Universitas Gadjah Mada, Nabiyla Risfa Izzati menilai ketidakjelasan norma mengenai frasa “penghasilan di atas kebutuhan hidup minimum�� dalam UU Guru dan Dosen berpotensi mengurangi perlindungan terhadap hak dosen untuk memperoleh penghasilan yang layak.
Sementara itu, Professor of Asian Studies dan Redmond Barry Distinguished Professor, University of Melbourne Australia, Vedi Hadiz menjelaskan kesejahteraan dosen memiliki keterkaitan erat dengan kebebasan akademik. Menurutnya, dosen yang menghadapi ketidakpastian penghasilan atau harus mengambil pekerjaan tambahan akan memiliki ruang yang lebih terbatas untuk melakukan penelitian, menghasilkan karya ilmiah yang independen, serta terlibat dalam diskusi publik secara kritis.
Penasaran dengan keterangan lengkapnya? #Courtizen dapat menyaksikan siaran ulang persidangan melalui YouTube MK ya! 😉
#MengawalKonstitusi
#SalamKonstitusi
#MKRI
#UUGurudanDosen
Silahkan artikan sendiri, apa sebenarnya penyebabnya. Pak Pur puyeng dengan data ini. Jubir Pemerintah dan Bakom hanya sibuk bela Teddy saja.
Komisaris PLN piye iki? Ndak dibantu kah menjelaskan masalah PLN sebenarnya?
- Laba 2025 cuma 7,2T
- Kas akhir 2025 cuma Rp42,2T
- Kebutuhan Bahan Bakar dan pelumas setidaknya Rp16,5T perbulan
- Bayar IPP Swasta berdasar data 2025 Rp195T
- Utang jangka pendek jatuh tempo 2026
Sementara Piutang pemerintah sebesar itu. Padahal sebelumnya sudah dilunasi SMI sehingga sisa Rp42T yg mestinya dilunasi 2025, bukan malah nambah.
Tahun berjalan 2026 Kompensasi hanya dibayar 70% ke PLN dari tagihan bulanan, sisanya yg 30% tunggu audited BPK dulu tahun depan, baru dilunasi.
Kalau saya direksinya ya puyeng juga.
IPK gue 3.9.
Waktu wisuda, gue merasa di atas dunia. Cumlaude 3.5 tahun. Foto toga dipajang di rumah.
Sekarang, 8 tahun kemudian, gue masih di posisi yang sama.
Yang dulu seangkatan gue. IPK 2.5. Dulu gue pandang sebelah mata.
Sekarang? Dia dua level di atas gue. Gajinya mungkin 3x lipat.
Dan gue, cumlaude, masih di sini.
Bukan karena gue bodoh. Tapi karena ada satu skill yang gue gak pernah pelajari.
Bocoran Bloomberg soal lingkaran Prabowo:
- Akar masalahnya bukan kebijakan tapi cara Prabowo dan orang-orang dekatnya ambil keputusan, asal-asalan
- Penasihatnya berebut pengaruh sendiri-sendiri, kasih saran yang malah saling bertentangan dan dangkal
- Prabowo digambarkan impulsif main tembak keputusan tanpa mau pusingin detail
- Kalau dikritik, jawabannya cuma: "Aku bukan begok" bahkan ke keluarganya sendiri
- Benci rapat panjang, benci debat kebijakan udah dia akuin sendiri di depan umum
- Hasilnya kebijakan jadi serampangan, komunikasi berantakan, pasar ikut goyang
- Selama gaya kerja di puncak ini enggak berubah, jangan harap ada perbaikan beneran mau reshuffle menteri berkali-kali pun sama aja
- Contoh nyata: aturan ekspor batu bara berubah-ubah kayak anak kecil ganti baju diumumkan, ditarik, diumumkan lagi, akhirnya enggak jalan juga karena emang enggak masuk akal secara bisnis