Tahu gak, kalian?
Rumah Febrie Adriansyah di Sentul, ternyata...
Kantor Yayasan Dakwah dan pendidikan 🫣
Inilah enaknya YAYASAN sbg tempat PENCUCIAN UANG
Kenapa?
Pertama, yayasan itu badan hukum yang asetnya "terpisah" dari pendirinya, jadi aset yg lu taruh di atas kertas ya statusnya "milik yayasan".
Kedua, yayasan nggak wajib lapor transaksi mencurigakan kayak bank, dan meski ada kewajiban bikin laporan tahunan, sanksinya nyaris nggak ada kalau dilanggar.
Ketiga, sumber dana sulit dilacak karna Yayasan sering menerima sumbangan dari donor anonim atas nama kemanusiaan.
Bisa aja dapat sumbangan dari , 'Hamba Allah' 1 Miliyar kan?
Sulit dilacak
So, gimana, tertarik gak kalian buat yayasan dakwah?
@resahnegeri disclaimer dulu, aku ga bela si customer yg pesen bulk order ini.. sebagai org yg cukup sering pake platform gjek/grb/sopiput, yg aku tau once udh order dan resto nerima orderan.. kita ga bisa canceling order tanpa alasan, bahkan button nya pun ga bisa di click. jd kemungkinan,
Kim Soo Hyun is a Pedophile
Kim Soo Hyun is a Pedophile
Kim Soo Hyun is a Pedophile
Kim Soo Hyun is a Pedophile
Kim Soo Hyun is a Pedophile
#KimSaeRon#JusticeforKimSaeRon
Ini valid wkwk, bahkan ada beberapa atau mungkin banyak orang yang kuliah S2 alasannya karena
✨ bingung mau ngapain setelah lulus S1 ✨
Bayangin sekolah 12 tahun + 4 tahun kuliah, total 16 tahun hidup terang banget petanya, tiba-tiba lulus terus nyemplung ke “dunia sesungguhnya”, apa ga bingung 😭😭
Termasuk aku dulu sempet kepikiran mau S2 karena bingung mau ngapain, untung duitnya ga ada
JUJUR JUSTRUUUUU rasanya jadi capek karena mempertanyakan gue terlalu aware ya? kok orang lain gabisa paham yg gue rasakan? apa emang gue terlalu lebay? karena jadinya rasanya our standards itu ketinggian dibandingkan 'normal'nya orang lain. capek coy😇
Foto makanan dipajang itu gunanya buat bikin orang ngiler terus akhirnya mau beli
Kalo pake AI gini malah bikin jijik. Liat aja itu mie kayak ulat bulu
@txtharihariWNI Jangan cabut laporannya. Waktu berbuat jahat berani, giliran kena proses malah berharap dimaklumi. Konsekuensi itu datangnya belakangan, tapi mestinya sudah dipikirkan dari awal.
Pernah suatu hari aku mau isi Pertalite full.
Tiba-tiba petugas SPBU bilang kalau jatah harianku tinggal Rp200 ribu. Aku langsung bingung, karena hari itu aku sama sekali belum mengisi bensin.
Petugasnya cuma bilang dia juga tidak tahu.
Akhirnya aku isi Rp200 ribu sambil terus kepikiran, kok bisa seperti itu.
Setelah pulang, aku datang lagi ke SPBU yang sama bersama suami. Aku minta struk transaksi hari itu dan mencoba menanyakan riwayat transaksi lainnya. Tapi petugas bilang mereka tidak punya data dan tidak tahu apa-apa.
Karena penasaran, aku akhirnya menghubungi Call Center Pertamina. Dari sana aku dipandu untuk mengecek riwayat transaksi barcode kendaraanku. Betapa kagetnya aku saat melihat datanya.
Ternyata selama beberapa bulan terakhir, barcode mobilku tercatat melakukan transaksi hingga Rp600 ribu per hari di SPBU yang sama. Padahal isi penuh mobilku saja paling sekitar Rp370 ribu.
Aku kembali mendatangi SPBU itu sambil membawa semua bukti. Bukannya mendapat penjelasan, petugas justru bersikeras mengatakan itu bukan urusan mereka. Karena kesal, aku langsung menelepon Call Center Pertamina lagi di depan mereka untuk membuat laporan resmi.
Tidak lama setelah aku sampai di rumah, beberapa petugas SPBU datang meminta maaf.
Mereka bilang bisa kehilangan pekerjaan gara-gara kejadian ini. Bahkan ada orang tua mereka yang ikut datang memohon agar laporanku dicabut.
Karena merasa iba, aku kembali menghubungi Call Center Pertamina untuk menarik laporan.
Namun ternyata laporan yang sudah masuk tidak bisa dibatalkan lagi.
Belakangan baru diketahui penyebabnya.
Barcode mobilku ternyata dipakai oleh pedagang bensin eceran untuk membeli BBM menggunakan jeriken. Modus itu diduga dilakukan bekerja sama dengan oknum petugas SPBU, dan semuanya terekam di CCTV.
Kalau kalian mengalami kejadian seperti ini, apakah tetap akan mempertahankan laporan sampai diproses, atau memaafkan setelah pelakunya datang meminta maaf?
menurutku stop ga si bikin menu jualan pakai AI yang terlalu berlebihan kaya gini, makanannya jadi keliatan ngga ada nyawanyaa dan ga bikin ngiler sama sekali malahan, sebagai pembeli pun aku beneran ga tertarik ngeliatnyaa:(
Gue ngebiasin renjun era 2018-2022 karena 2023 sampe sekarang gue pindah haluan jadi ngebiasin idol Indonesia
Jujurr kaget banget liat perubahan dia setelah hiatus. Dia kayak habis ngadepin hal besar sampe banyak berubah. Yg gue lihat secara mencolok dari perubahan dia, pertama, style nyeleneh dia, padahal dulu stylenya normal, sekarang juga normal sih cuma agak anu. Kedua, dia nggak seceria dulu, kamera off dia juga off. Kelihatan sering Zoning out
Doa gue semoga dia happy aja