Membuat orang resign dengan cara dibikin tidak nyaman, dirubah-rubah perannya adalah politik kantor yang sorry to say "black campaign"
Harusnya kalo dianggap udah gak relevan, pecat aja, biar mereka dapat haknya.
Satu lagi..
Cukup berterima kasih, dan keluar dengan damai.
Masuk baik-baik, maka keluar baik-baik.
Urusan kamu dikenang baik atau tidak di tempat itu? Itu udah bukan urusanmu ketika kamu sudah tidak jadi bagian dari sana.
Yang pasti.. lakukan yang terbaik sampai akhir. ❤️🔥
Kerja itu gak ada yang gak cape.
Maka dari itu pilihlah yang capenya bikin kamu bahagia.
Motto hidup gue: "Gawean ku bungah, ngarah hasilna barokah."
Ketika hilang kenikmatan dalam capenya, rasanya hilang juga keberkahannya.
Respect to Allah atas "free will" yang Dia kasih ke kita.
Pastikan kita gak cuma ngelakuin sesuatu karena orang lain bilang kita "harus" tapi karena kita juga willing untuk itu.
Respect to your rights. That's given. 🩷
Nikah? 2027 begin to thinking or maybe already married 🫶
With Mas Asyril yang sudah jadi owner beberapa bisnis juga.
Jadi nanti kami berdua punya bisnis di bidang berbeda, idealis kami pengen garap hal yang beda soalnya, tapi pengen bikin sistem, biar ngoyonya bisa di delegasi
Tinggal di melbourne, kuliah, sambil ngonten, side hustle VO, produksi produk digital, ngajar Biar gak bosen.. Start from 2027 🫶
Pas ada rezeki lebih ajak orang tua berkunjung ke melbourne.
And upnya,Passive income dari beberapa bisnis yang udah auto pilot, maks 5 tahun lagi.
Minta PR bukan cuma pengen didengarkan, minta arahan..
Baiknya untuk kembali sehat itu harus ngapain..
Jangan sampe lu masih denial lu sakit, ber jam2 ketemu psikolog untuk divalidasi doang, dan impact jangka panjangnya, lu menyakiti orang sekitar lu, dan mereka yg berobat.
Gak semua orang paham fungsi ketemu ahli psikis itu buat apa..
Apalagi buat orang-orang yang cuma pengen di validasi apapun tindakannya, bukan cari kebenaran..
Soalnya temen2 psikolog juga punya pola, biar bikin kita trust dulu, gak mungkin sejak awal mengomentari kita salah.
Jadi buat orang yang baru sekali ke psikolog, terus menarik kesimpulan bahwa lu "benar".. Lanjutin dulu sesi konselingnya sampe beberapa tahap, minta PR, sampe lu tuh benar2 dalam keadaan "Sehat".
Baik untuk diri lu, maupun orang lain, bukan cari, pembenaran atas kelakuan buruk