Congrats bapak jendral @prabowo & mas @gibran_tweet , selamat bertugas jd presiden & wapres RI periode 2024 - 2029.
Thankyou @KPU_ID petugas KPPS, @bawaslu_RI pihak independen @KawalPemilu_org
Thankyou kpd semua pendukung 02 di X ❤❤❤ & semua dr 96.214.691 pemilih
#Pilpres
@ramseee_ magang itu Buat kerja, magang di partai politik buat?
ya buat masuk partai politik lah, masa buat jualan es di demo ohok..ohok
kalau demonya bagus, nanti dapet panggilan dari Hasto, suruh maju pilbup kayak seniornya eks BEM UI ini ohok..ohok
Jika Argumen Utamanya Sembako Naik Karena Pertamax Maka Dasar Kepalanya Perlu Diperiksa Ulang
Narasi yang muncul adalah pertamax naik maka semua ikut naik padahal ekonomi tidak bekerja sesimple itu karena selama ini distribusi pangan tidak berdasar pada pertamax melainkan solar yang jadi urat nadi logistik kebutuhan rumah tangga, sekolah, rumah sakit hingga pekerjaan lainnya.
Politik Indonesia emang gini: hari ini nangis “pengkhianatan”, besok lupa kalau dulu bela yg sama atau sebaliknya. @ch_chotimah2 cuma salah satu contoh dari ratusan akun yg ditugasin moncong bodas untuk nyerang Jokowi & keluarganya, main narasi hitam-putih tergantung siapa yg bikin dapurnya ngebul.
Tapi pengkhianatan kepada Pak Prabowo di mata bu Nanik terkait dugaan korupsi yang dilakukan orang dekatnya. Beda kasus dengan sebelah, orang dekat yang korupsi malah dibela dan kembali didapuk menjadi Sekjen. Gak maksud apa-apa, cuma ngelurusin logika. Jadi gak sama.
@bardanslm Pengalaman hidup sudah banyak, jd lebih bijak dan bisa melihat jauh ke depan. Tahu betul siapa² yg diuntungkan & dirugikan dg kebijakan pemerintah. Ytta.
Di tengah hiruk-pikuk demo mahasiswa & kelas menengah urban yg berteriak “tolak kenaikan Pertamax demi rakyat kecil”, kita disuguhkan sandiwara yg memuakkan sekaligus lucu.
Mereka yg tiap hari nyetir mobil 1.500 cc ke atas, bensin Pertamax, AC nyala 24 jam, kopi latte Rp45rb, tiba-tiba jadi paladin pembela rakyat miskin. Spanduk penuh amarah: “Rezim pengkhianat rakyat!” sambil tuntut harga BBM premium turun. Padahal Pertalite yg disentuh kantong rakyat kecil tetap Rp10.000. Solar subsidi pun dijaga.
Ini bukan solidaritas. Ini kemarahan karena privilege-nya tersentuh.
Orang miskin naik motor bebek tua pakai Pertalite atau angkutan umum. Yg meraung paling kencang justru mereka yg selama ini menikmati BBM murah sambil posting “peduli sosial” di IG. Sekarang harga pasar naik, langsung jadi aktivis revolusioner.
Lebih brutal: subsidi BBM blanket puluhan tahun itu pencuri diam-diam dari rakyat kecil. Uang negara yg seharusnya buat BLT, sekolah, puskesmas & infrastruktur pedesaan, malah mengalir deras ke tangki mobil mewah kelas menengah atas.
Sekarang pas pemerintah berani tegakkan harga pasar buat segmen premium, mereka berteriak paling lantang dgn kedok “membela rakyat”.
Ini bukan perjuangan. Ini histeria kelas menengah yg kehilangan kenyamanan, dibungkus retorika populis murahan. Mereka bukan bela rakyat kecil. Mereka bela dompet sendiri, sambil pinjam wajah petani & buruh yg jarang mereka jumpai di jalanan demo.
Kalau memang tulus bela yg lemah, tuntut targeting subsidi yg tepat. Tuntut transportasi publik layak. Tuntut diversifikasi energi. Bukan paksa negara subsidi gaya hidup kelas menengah dgn uang rakyat.
Sandiwara ini sudah terlalu lama. Rakyat kecil bukan bodoh. Mereka tahu siapa yg sebenarnya menari di atas penderitaan mereka—sambil pura-pura menangis buat mereka.
@fullmoonfolks Unjuk rasa ideal itu parameternya tiga :
1. Aspirasi tersampaikan.
2. Tidak ada korban.
3. Tidak ada kerusakan fasilitas milik publik
Tidak peduli apakah polisi atau tentara yg jaga; yg penting semua nya selamat dan baik-baik saja
@tekarok007 Selalu begitu polanya. Lu amatin aja tiap demo selalu akan muncul narasi :
Pers dibungkam
Medsos dimatikan
Aktivis diikuti & diintimidasi
Dst
😅🤣😅🤣😅🤣🤮
Kagak ada yg bisa bikin skenario lbh kreatif gitu ?
@ganjarpranowo nohh kelakuan partai lu @ganjarpranowo mana naikin yg subsidi pulakk
terus kayak ngetasa paling suci
10 tahun partai lu rusakin ,bok w noh yg kena getah
@fic_a_choo Toh klo Prihantini ngaku pakenya data sekunder spt permohonan maaf & klarifnya, di beberapa paper spt yg diatas DIA NGGA SEBUTIN LENGKAP SUMBER ASAL DATA PRIMERNYA, yg mana FATAL klo buat publikasi pake data orang tp ngga nyantumin pemilik data sbg author or minimal sitasi
Di satu disi ada yg teriak ingin MBG dihapuskan, di sisi lain banyak juga yg menyambut MBG dengan suka cita, yg bener ya yg kurang harus diperbaiki, bukan dihapuskan. Gimana menurutmu?