Congrats bapak jendral @prabowo & mas @gibran_tweet , selamat bertugas jd presiden & wapres RI periode 2024 - 2029.
Thankyou @KPU_ID petugas KPPS, @bawaslu_RI pihak independen @KawalPemilu_org
Thankyou kpd semua pendukung 02 di X ❤❤❤ & semua dr 96.214.691 pemilih
#Pilpres
@fic_a_choo Toh klo Prihantini ngaku pakenya data sekunder spt permohonan maaf & klarifnya, di beberapa paper spt yg diatas DIA NGGA SEBUTIN LENGKAP SUMBER ASAL DATA PRIMERNYA, yg mana FATAL klo buat publikasi pake data orang tp ngga nyantumin pemilik data sbg author or minimal sitasi
Di satu disi ada yg teriak ingin MBG dihapuskan, di sisi lain banyak juga yg menyambut MBG dengan suka cita, yg bener ya yg kurang harus diperbaiki, bukan dihapuskan. Gimana menurutmu?
Negara punya tanggung jawab untuk mencegah kerusakan yang lebih besar akibat kemajuan teknologi!
PP TUNAS "TUNGGU ANAK SIAP" merupakan jawaban atas keresahan seluruh pihak, termasuk sebagai orang tua, guru, dan pengambil kebijakan, atas banyak dampak negatif dari konten internet yang diakses anak-anak
Seskab Teddy mengajak para orang tua untuk berperan aktif melindungi anak dari potensi bahaya media sosial
Hai generasi optimis berprestasi dari Sabang sampai Merauke yg saat ini duduk di SMP kelas 3, daftarkan diri kalian ke Sekolah Garuda
Sekolah yg akan mencetak kalian menjadi generasi Hebat
Bea siswa penuh, MBG dan mendapat kesempatan kuliah di Perguruan Tinggi TOP Dunia ☺💪🇮🇩
Orang tua korban pelecehan 7 santri yg dilakukan ustadz cabul di Tenggarong tidak terima pelaku hanya divonis 15 thn & mengejar ibu terdakwa beserta saksi meringankan.
Udah bayar mahal sekolah disana, berharap anak sy menjadi lebih baik eh malah dirusak oleh ahli agama Islam.
Ternyata Rismon cuma gede bacot doang , Rismon menyerah dan mengajukan Restoratif justice dengan minta di fasilitasi oleh penyidik . pahlawan pembela kebenaran kok takut .
Narasi yg menyebut Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak mendukung pembelajaran di sekolah sebenarnya lahir dari cara pandang yg terlalu sempit.
MBG sering dipersepsikan hny sebagai school meals, seolah-olah program ini semata-mata harus mengikuti kalender pendidikan, tidak boleh berjalan saat libur, & tidak boleh menyasar kelompok di luar siswa.
Padahal sejak awal konsep MBG memang bukan sekadar program kantin sekolah.
Tujuan utamanya adalah memperbaiki status gizi generasi Indonesia, yg selama bertahun-tahun menjadi salah satu akar masalah rendahnya kualitas pendidikan.
Bnyk penelitian menunjukkan bahwa anak dgn kondisi gizi buruk, anemia, atau stunting akan mengalami penurunan konsentrasi, daya ingat, & kemampuan belajar. Artinya, persoalan gizi bukan isu terpisah dari pendidikan, justru merupakan fondasi dari kualitas pembelajaran itu sendiri.
Karena itulah bnyk negara menjalankan program makan bergizi bagi anak sbg bagian dari investasi sumber daya manusia jangka panjang.
Kemudian muncul pertanyaan mengenai angka sasaran MBG yg mencapai sekitar 82 juta orang, sementara jumlah siswa sekitar 50 juta.
Ini sebenarnya sangat mudah dipahami jika melihat tujuan programnya.
MBG memang tidak hny menyasar siswa sekolah, tetapi juga balita, ibu hamil, ibu menyusui, & kelompok rentan lainnya. Kelompok ini justru merupakan fase paling krusial dlm pembentukan kualitas manusia sejak dini.
Jika intervensi gizi dilakukan sejak masa kehamilan & usia dini, maka manfaatnya terhadap perkembangan kognitif anak akan jauh lebih besar ketika mereka memasuki usia sekolah.
Artinya, memperluas sasaran MBG bukan berarti menjauh dari tujuan pendidikan, tetapi justru memperkuat fondasi kualitas generasi yg kelak masuk ke sistem pendidikan itu sendiri.
Mengenai pelaksanaan MBG yg tetap berjalan pada masa libur, Ramadan, atau di luar jam sekolah, itu juga logis jika program ini dipahami sebagai program pemenuhan gizi masyarakat, bukan sekadar bagian dari aktivitas belajar di kelas.
Gizi anak tidak berhenti hny karena kalender akademik sedang libur.
Anak tetap membutuhkan nutrisi setiap hari, baik ketika sekolah berjalan maupun ketika libur.
Karena itu, menjalankan program ini di luar jam belajar bukan berarti mengganggu pendidikan, melainkan memastikan pemenuhan gizi tetap berlangsung secara berkelanjutan.
Lalu muncul pula narasi bahwa MBG mengambil porsi anggaran pendidikan.
Dlm praktik kebijakan publik, intervensi lintas sektor seperti ini justru sangat umum terjadi. Program yg menyasar gizi, kesehatan, ekonomi lokal, & pendidikan sekaligus memang sering ditempatkan dlm pendekatan pembangunan sumber daya manusia secara terpadu.
Apalagi program seperti MBG juga memiliki multiplier effect ekonomi, mulai dari pemberdayaan petani, nelayan, UMKM pangan, hingga penciptaan lapangan kerja dlm rantai distribusi makanan.
Jadi jika dilihat secara utuh, MBG bukanlah sekadar program makan di sekolah.
Ia adalah intervensi besar dlm pembangunan manusia, yg menyentuh gizi, kesehatan, pendidikan, & ekonomi sekaligus.
Menyederhanakan program sebesar ini hny sebagai “school meals yg mengganggu jam pelajaran” jelas tidak menggambarkan keseluruhan tujuan kebijakan tersebut.
Pada akhirnya, perdebatan ini sering dipersempit seolah-olah masyarakat harus memilih antara anak kenyang atau pendidikan yg baik.
Padahal keduanya tidak saling bertentangan.
Justru pendidikan yg baik hny bisa tumbuh dari generasi yg sehat, bergizi, & siap belajar.
Karena anak yg belajar dgn perut kosong tidak akan pernah memiliki peluang yg sama dgn anak yg belajar dlm kondisi sehat & terpenuhi gizinya.
Kalau ada yg mengkritik pemerintah dianggap pahlawan demokrasi. Ujung ujungnya [ada juga] yg presentasi dgn pejabat pemerintah.
Tapi kalau ada yg membela, mendukung, atau meluruskan informasi yg salah, langsung dituduh pasti dapat proyek, pny dapur, ikut lingkaran ini itu.
Padahal menyampaikan program pemerintah yg bermanfaat untuk rakyat juga bagian dari demokrasi.
Mosok semua harus kontra?
Hidup saja selalu berpasangan. 😀
Masalahnya bagi sebagian orang di X-land dukungan tanpa bayaran itu memang sulit dipercaya.
Ya sudah… dijogetin saja.😀
Kalau ada makanan tidak habis → langsung disebut mubazir.
Padahal dalam program makan sekolah di bnyk negara, porsi memang dibuat cukup, bukan pas-pas an.
Lebih baik ada sisa sedikit
daripada anak kekurangan gizi.
Logikanya sederhana.
Tapi memang tidak semua orang mau berpikir sampai situ.
lulusan UI
Master dari UK spesialisasi security, terrorism, insurgency
beasiswa Fullbright, Chevening
terjun langsung di daerah konflik Afghanistan dan Filipina/Abu Sayaf
Yg paling membagongkan ketika tensi geopolitik lagi memanas trus dimanfaatkan pihak2 tertentu utk membuat gaduh. Kebetulan kok yg bikin gaduh tuh kader2 @PDI_Perjuangan
Baru aja kmrn si @GunRomli ngomporin soal telegram siaga 1 panglima TNI
Eh skrg madame anggur Conny Bakrie ngomongin rupiah bakalan anjlok sampe 22 RB / usd
Rupiah sempat anjlok dilevel 17 RB/$ dan itu tidak sendiri hampir mata uang Asia anjlok dan parah bisa lebih dr 1 persen sedangkan rupiah melemah tidak lebih dr 0,40% halini menunjukkan situasi global saat ini sudah diantisipasi BI dan saat ini rupiah menguat di kisaran 16,800 an serta IHSG dibuka naik.
Si Conny ini mungkin menganggap keadaan ekonomi RI saat ini sama dgn ri di th 98 shg yakin rupiah anjlok ke 22 rb dia lupa krisis 98 posisi RI jg lemah Krn pertumbuhan ekonomi negatif, beda suasana Krn sekaran pertumbuhan ekonomi 5,39% you
3 momen krisis terjadi di 98,2008,dan 2020 dan diakui 98 adalah moment terburuk dalam sepanjang sejarah tapi terlalu ngawur jika akan mengulang kejadian 98 Krn kebijakan yg dipakai pemerintah adalah stimulus ekonomi supaya kebijakan pemerintah tepat sasaran.
Gak apa-apa pamer kebodohan, yang penting berisik mengkritik pemerintah.
Satu gerombolan tipe nya gini semuanya sih, gak ada yang cerdas satupun.
https://t.co/WXA9X5k8KP
Dunia tak selebar daun kelor
Nanggapi pengasong pesimisme hidup terasa sempit
Tetapi coba geser ke alam nyata
Dulu buruh dan ojol mustahil punya rumah berkualitas tetapi di era Presiden @prabowo semua DIWUJUDKAN
Hanya dg DP 1.850.000 punya rumah deh, Cicilan Rp 500.000/bl