kehidupan kerja
otw:
“bismillahi tawakaltu”
dikantor:
“MONYET NI ORANG ORANG BIKIN EMOSI AJA, MASI MENDING GA GUA INJEK LEHERNYA”
pulangnya:
“alhamdulillah”
repeat 25x sebulan
@dreamcandyx ini mungkin pake telur yang cangkangnya kurang sempurna kak biasanya emang lebih murah drpd yg kita beli dipasaran yg cangkangnya bagus bagus
Halo teman2, izin berbagi cerita sedikit ya.
Sebelumnya, terima kasih banyak kepada @nasidaruratJogj yg slalu sigap membantu msyrakat sekitar tnpa pamrih 🙏🏼
Berikut untuk kronologinya, mungkin ada yang membuka lowongan pekerjaan dan menerima dengan kondisi dekat dengan hpl 🙏🏼
'yg naik kan Pertamax, ngapa repot demo kan pertalite ngga ikut naik'
'yg korupsi pejabatnya, yang didemo mbg-nya'
pengen tak tempeleng ndase sumpahhhhh
pagi ini saya baca berita di Kompas. Judulnya adalah “Pertamax Naik Jadi Rp 16.650, Warga: Kami Teriak-teriak Tidak Ada Gunanya”.
sore ini saya baca berita lainnya, “Ditagih Bayar Makan, Dua Orang Keroyok Tukang Sate di Jakarta Pusat”.
kalau boleh mem-framing, apa benang merah dari keduanya? Jawaban saya, sama-sama terkait tekanan hidup yang menyempit, dan nafas sabar yang terhimpit.
yang pertama, tidak cukup pada harga yang terus naik, tapi berakhir pada teriak tanpa daya. Yang kedua, tidak cukup pada uang untuk membayar makan, tapi dilampiaskan dengan kekerasan.
di negeri yang sejahtera dan berkeadilan, kedua peristiwa tersebut rasanya sulit terjadi.
Bener kata bang Pandji. Orang ini dari kecil hidup dari keluarga kaya yg membuat tidak ada org yg berani mendebat dia, semua keinginannya pasti dituruti. Saudara, ART, dan temannya pasti mengiyakan dia. Mungkin cuma orang tuanya yg bisa bilang 'tidak' ke dia (itupun kalo orang tuanya tegas).
Ditambah dia masuk militer yg emg sistemnya 'siap ndan'. Semua hal dilakukan atas perintah atasan, bukan hasil duduk bareng dan saling challenge pendapat seperti di lingkungan kampus.
Udah gitu jadi ketua partai pula. Tau sendiri partai di Indonesia itu fanboy club. Ngga ada ideologi tapi semua arah partainya ditentukan tokoh partai tersebut. Hampir semua bawahannya pasti ABS.
So, selama dia hidup ngga biasa dgn kritikan. Karena dia biasa diiyain segala keinginannya. Sampai pada titik dia jadi presiden. Yg mana presiden adalah jabatan publik. Banyak org yg mengawasi dan mengkritik.
Alhasil pas jadi presiden ya begini. Kaget kalo ternyata dia bisa dikritik orang banyak dan dihajar kanan kiri. Jadi lgsg cap yg kritis itu nyinyir, antek asing, musuh negara, dll.
mksd gue… kenapa sih lu semua seambi itu utk ngancurin rakyat dan negara ini… kayak… harta lu jg udh triliunan… triliunan tuh ribuan miliar… miliar tuh ribuan juta… ga akan abis jg… kita sbg rakyat could never compete dgn garjimut ini…
MBG ini program pemerintah paling tai sepanjang sejarah. Udah outputnya cuma jadi tai, kelakuan orang-orang yang terlibat di dalamnya juga kayak tai. TAI!!!