Kalo kamu bikin komunitas berdasarkan keunikanmu, kamu bikin komunitas apa?
Misal: Komunitas gampang laper, komunitas langganan patah hati, komunitas pingin olahraga tapi besok aja.
Coba cek cuitan gue beberapa bulan lalu, atau 1 thn laluan. Atau di akun sblmnya.
Soal intel2 Tiongkok yg lama disini, dan mrka sudah lengkap pemetaan.
Gue pernah ketemu salah satunya diantara tahun 2010an. Tepatnya gue lupa.
Tp sudahlah, Negara ini terlalu banyak "londo Ireng" dan "bangsat bangsa"nya.
Gereja, tempat (almh) Ibu sy dulu, Kakak lelaki dan Anak biologis sy menjalankan ibadahnya, lalu pura, tempat (almh) Kakak perempuan sy dulu & Adik sy, 'khusyuk menyalakan dupa, semuanya dibangun dari 'peluh umat ;
TANPA INFUS APBN, ZONDER "SEDEKAH" APBD.
.
.
Tentu mereka punya IMB, kendati mereka tak mengenal terma "anggaran pemulihan", tak punya kode rekening di lembaran negara, pun mereka tak punya akses ke langit birokrasi.
Di republik ini, setiap rumah ibadah "tertentu", tampaknya perlu "alamat politik" dan "tanda tangan Tuhan" yg disahkan oleh camat.
Sedangkan tender, kerap disahkan atas nama Tuhan.
.
.
.
Sedangkan saya ? Sudah lama, tak punya rumah ibadah. 😁
Tapi, pada momen tertentu, sy kadang masih mengucapkan ;
Alhamdulillah, atau Puji Tuhan.
Bahkan, sebelum matahari siuman dirinya terbit, sesekali sy melafadzkan ;
Om jagrasca prabhata kalasca ya namah swaha.
.
.
___________
Satu waktu, sahabat bertanya, "Ntar, kalo' kau mati, kau mau dimakamkan dgn cara apa ?
Saya menjawab,
"Bebas, mau pake' cara apa aja, toh sy ngga' tahu".
.
.
_________
Tapi ini bukan tentang saya, ini tentang ;
I N D O N E S I A
yg masih rajin berdoa, tapi ketika bangunan roboh, lalu secepat kilat menempatkan 'takdir di bangku terdakwa, dan membebaskan "dosa konstruksi", karena ada label ayat - ayat langit, yg legit utk berkelit.
.
.
#FufufafaAibNasional