Betul banget, ini jadi concern aku juga sama pasangan.
Nama Ibu itu dipakai jadi salah satu verifikasi di perbankan dan jasa keuangan. Contohnya, kalau mau melakukan transaksi tertentu atau kalau kita lupa sama akses. Biasanya ditanyain sama pihak bankernya.
Dengan terteranya nama Ibu di undangan fisik atau digital, itu akan menaikkan resiko penyalahgunaan data Ibu kita dan resiko akses ilegal terhadap akun perbankan dan jasa keuangan tersebut.
Kita ngga pernah tau undangan fisiknya akan berakhir dibaca siapa di tong sampah. Kita juga ga pernah tau link undangan fisik yang ada nama Ibu kita akan dibaca oleh siapa.
Jadi bijaklah dalam mendisclose data Ibu kita sebagai salah satu bentuk data pribadi yang krusial.
Kalo aku jadinya ngga cantumin nama orang tua sama sekali, kalian masih nyantumin nama lengkap, nama panggilan Ibu aja atau bahkan nama orang tua di take out sama sekali?