Kalau sering bilang “Tau gitu” di pasar saham, bisa dipastikan kamu masi retail pake popok.
Karena kalimat “tau gitu” itu cuma muncul dari dua spesies retail berpopok:
1.Retail berpopok yang masuk tanpa rencana, dan
2.Retail berpopok yang keluar tanpa mikir.
Biasanya mereka akan bilang:
1.“Tau gitu kemarin aku beli lebih banyak.”
Padahal kemarin aja gemeteran lihat candle hijau, tangan keringetan dan dada berdebar kayak maling sempak dikepung warga.
2.“Tau gitu aku jangan cut loss.”
Padahal tiga jam sebelum itu sudah siap lempar HP ke tembok karena minusnya bikin dada sesak.
3.“Tau gitu aku masuk di bawah.”
Ya jelas lah, semua orang juga pengen masuk di bawah.
Bedanya, orang yang punya plan sudah siap jauh sebelum momen datang,
sementara mereka baru muncul setelah harga terbang, lalu haka pucuk harum.
Your so-called king has abandoned you. Now they are and will act like a saint using words like education, purpose, and kindness to look noble.
I feel sorry if you are getting framed and farmed (Ive tried to warn you several times if you notice). All i want to say is that’s business and marketing, good marketing, but not in the right way. They’ve already exploited humanity. And now, they’re just working overtime to cleanse their imagine.
This is not the first time they are doing the manipulation, hopefully we learn something
Real madrid ini definisi "TOP brand equity"
Bayangin.
Pemain bisa ngebet ke sana GRATIS dan mengundur2 perpanjangan kontrak dengan klub lama.
Padahal mreka mampu2 aja sbenernya nebus.
Cuma "orng pemainnya yg mah dateng sendiri gratis"
Klub lain akan susah begitu.