bete banget kontol baca prabowo mau bangun universitas ri apa itu waktu banyak maba ngundurin diri karena ga sanggup bayar ukt atau bahkan ga berani untuk mimpi sekolah sekalipun karena ga punya biaya. lu kalau tolol tolol sendiri sana anjing gausah ajak rakyat lu yg mau pinter
SETIDAKNYA DENGAN INI !!!!📛🔄
Meskipun nggak bisa ikutan demo at least turut memeriahkan di dunia maya…
Lanjutkan dimanapun perjuangan kalian,
semangat terus buat teman teman yang terjun ke jalan✊🔥
Foto ini layak menjadi kandidat photo of the year. Imo. Kuat sekali. Presiden kudu marah ke kementerian terkait dan kepala daerahnya. Kog sekolah rusak tidak segera diperbaiki? Ini malah nuding jurnalis Londo Ireng. Media sdg lakukan tugas kontrol sosial kog. Harusnya Presiden terbantu cc @dewanpers@FJPINDONESIA
Statemen Presiden bahwa wartawan-aktivis-pengamat adalah “Londo Ireng” itu makin problematik kalau kita membaca sejarah istilah ini.
Ini bukan istilah yang seharusnya jadi guyonan sekelas Presiden.
Islam zaman dulu "sains, sains, sains, sains, KITA CINTA ILMU PENGETAHUAN"
Islam zaman sekarang "SEMUANYA HARUS SESUAI YANG TERTULIS DI KITAB!! KALAU SAINS MELENCENG BERARTI SAINS SALAH!!"
Just in case kalian gak tau, jadi dari tanggal 17-24 Juli ini setiap hari ada demo ges. Tapi, kalian pasti gak liat beritanya kan?
Jujur demo kali ini susah banget dapet beritanya, even orang yang post pun kayak gak ada. Entah emang algoritma kita yang salah atau dibungkam sama pemerintah biar demonya gak bisa diliat dan disebar luaskan di media sosial.
Ya situasi sama kondisi di negar ini udah jauh dari kata baik-baik aja. Jadi kalo ada video atau foto demo yang tiba-tiba lewat beranda tolong di repost gess, biar banyk yang liat.
imbas pidato prabowo yang sebut jurnalis = londo ireng:
- aliansi jurnalis independen desak prabowo minta maaf
- istilah itu sejarahnya berat
- dulu dipakai buat sebut pengkhianat bangsa yang berpihak ke belanda
- bayu tegaskan jurnalis itu pilar demokrasi
- enggak pantas disamakan dengan pengkhianat bangsa
- aji minta pemerintah lebih terbuka terima kritik sebagai bahan evaluasi, bukan ancaman